Memahami Bacaan Talbiyah Haji Lengkap dengan Arti dan Waktunya

Memahami Bacaan Talbiyah Haji Lengkap dengan Arti dan Waktunya
Foto: Ilustrasi Memahami Bacaan Talbiyah Haji Lengkap dengan Arti dan Waktunya.

Talbiyah merupakan kalimat sakral yang dikumandangkan oleh jemaah haji sebagai pernyataan resmi untuk menyambut panggilan Allah SWT. Melantunkan bacaan ini menjadi penanda bahwa seseorang datang semata-mata demi memenuhi kehendak Sang Pencipta dalam beribadah.

Dilansir dari Detikcom, praktik membaca talbiyah dimulai sejak jemaah mengenakan pakaian ihram. Kalimat ini terus diucapkan selama perjalanan menuju Makkah hingga tiba di Hajar Aswad.

Perlu dicatat bahwa saat melaksanakan tawaf, jemaah tidak lagi membaca talbiyah. Peran bacaan tersebut kemudian digantikan dengan untaian doa-doa tawaf lainnya.

Berikut adalah bacaan talbiyah haji yang menjadi pegangan utama bagi para jemaah:

┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä. ┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ä┘ÄϺ Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä ┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Ä ┘êϺ┘ä┘å┘æ┘ÉÏ╣┘Æ┘à┘ÄÏ®┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘Å┘ä┘Æ┘â┘Å ┘ä┘ÄϺ Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä.

Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wa ni'mata laka wal bulk, laa syariika lak.

"Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu."

Variasi Bacaan Tambahan

Selain lafal utama, terdapat tambahan kalimat talbiyah yang dinilai lebih afdal karena pernah dilantunkan oleh Nabi Muhammad SAW serta para sahabat. Penambahan ini diperbolehkan berdasarkan riwayat hadits.

Beberapa tambahan tersebut meliputi ungkapan pujian terhadap zat yang memiliki gugusan bintang dan segala keutamaan. Ibnu Umar juga tercatat menambahkan lafal yang berisi pernyataan kebahagiaan dan permohonan amal hanya untuk Allah SWT.

"Labbaik wa sa'daika, wal khair biyadaika, war raghba'u ilaika wal amal (aku memenuhi panggilan-Mu dengan penuh kebahagiaan, seluruh kebaikan berada di tangan-Mu, permohonan hanya dipanjatkan kepada-Mu, dan amal hanya dilakukan untuk-Mu)." (HR Abu Dawud)

Ketentuan Waktu dan Tempat Pengucapan

Anjuran bertalbiyah bagi keluarga muslim yang berhaji ditegaskan dalam riwayat dari Ummu Salamah RA. Aktivitas ini memegang peranan penting dalam rangkaian prosesi di tanah suci.

Jemaah mulai melantunkan talbiyah dari awal ihram dan berakhir saat melempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha. Pembacaan dihentikan tepat saat lemparan batu pertama dilakukan.

Disarankan juga untuk memperbanyak talbiyah di lokasi dengan ketinggian berbeda, seperti saat mendaki bukit atau turun ke lembah. Waktu setelah menyelesaikan salat juga menjadi momen yang baik untuk membacanya.

Keutamaan Talbiyah bagi Alam Semesta

Membaca talbiyah ternyata memiliki dampak spiritual yang luas bagi alam sekitar. Berdasarkan hadits dari Sahl bin Sa'd RA, seluruh benda di sekitar jemaah ikut bersaksi.

"Tidaklah seorang muslim bertalbiyah kecuali semua yang ada di kanan dan kirinya, baik bebatuan, pepohonan maupun tanah liat ikut bertalbiyah, bumi pun ikut bergetar di sana-sini." (HR Ibnu Majah, Al Baihaqi)

Artikel terkait

Rekomendasi