ASPELUSI Dorong Swasta Garap Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik

ASPELUSI Dorong Swasta Garap Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik
Foto: Ilustrasi ASPELUSI Dorong Swasta Garap Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik.

Asosiasi Pengusaha Ekosistem Kendaraan Listrik (ASPELUSI) menyoroti percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia berkat dukungan kebijakan pemerintah daerah pada Jumat (8/5/2026). Sektor swasta kini mulai terdorong untuk menanamkan modal pada infrastruktur pengisian daya.

Dukungan nyata yang diberikan pemerintah daerah mencakup relaksasi aturan ganjil genap serta pembebasan pajak daerah khusus untuk pengguna kendaraan listrik. Langkah ini sebagaimana dilansir dari Detik Finance dipandang mampu memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha nasional.

Ketua Umum ASPELUSI, Anthony Utomo, menegaskan bahwa pemberian insentif tersebut menciptakan efek domino yang langsung berdampak positif pada industri pendukung. Kepercayaan diri investor swasta meningkat seiring dengan pertumbuhan pasar EV yang dinilai menjadi lebih sehat.

"Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU. Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat," ujar Anthony Utomo, Ketua Umum ASPELUSI.

Selama ini, para pengembang stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) menghadapi tantangan besar terkait biaya awal yang tinggi dan ketidakpastian jumlah pengguna. Namun, kebijakan pro-EV di kota-kota besar saat ini diklaim berhasil meningkatkan daya tarik kepemilikan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

"Kami melihat ini bukan lagi sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional. Swasta harus mulai melihat SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional," tambahnya.

Transformasi ini menurut Anthony telah meluas hingga ke sektor logistik dan kendaraan komersial, tidak terbatas pada kendaraan pribadi saja. Keberlanjutan regulasi yang konsisten dianggap sebagai kunci utama untuk menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang.

"Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus terus dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence yang tinggi," jelas Anthony Utomo.

Pihak ASPELUSI mengharapkan adanya kemudahan lebih lanjut dalam perizinan lokasi pembangunan SPKLU serta integrasi infrastruktur dengan berbagai fasilitas publik. Sinergi antara swasta, PLN, dan pemerintah tetap menjadi pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan investasi infrastruktur EV yang masif.

Artikel terkait

Rekomendasi