Mantan bek tim nasional Inggris, Ashley Cole, mengungkapkan hambatan besar bagi pelatih asal Inggris untuk mendapatkan pekerjaan di negaranya sendiri saat ia diperkenalkan sebagai pelatih interim klub Serie B, Cesena, pada April 2026. Penunjukan Cole di Italia ini terjadi setelah ia melalui berbagai peran sebagai asisten pelatih di sejumlah klub Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari Detik Sport, Ashley Cole memulai karier kepelatihannya dari level bawah setelah memutuskan pensiun sebagai pemain profesional. Ia tercatat pernah mendampingi Frank Lampard di Derby County dan Everton, bekerja untuk Lee Carsley di Timnas Inggris U-21 dan senior, hingga membantu Wayne Rooney di Birmingham City.
Perjalanan karier tersebut membawa Cole ke Italia untuk menggantikan Michele Migani di Cesena sejak Maret 2026. Sejauh ini, pria yang mengoleksi 107 caps bersama timnas Inggris tersebut telah memimpin tim dalam empat pertandingan dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Ashley Cole memberikan penegasan mengenai diskriminasi pengalaman yang sering dihadapi pelatih lokal saat melamar pekerjaan di klub-klub Inggris. Hal ini menjadi alasan utama dirinya memutuskan untuk melebarkan sayap ke kompetisi luar negeri demi mendapatkan jam terbang sebagai pelatih kepala.
"Saya mulai merasa sedikit putus asa karena kurangnya peluang, terutama dari beberapa klub di Inggris yang saya hubungi. Mereka suka mengemukakan alasan 'kamu tidak punya pengalaman'. Saya jadi seperti, seperti yang anda bilang, saya setuju tapi bagaimana saya bisa mendapatkan pengalaman itu?" kata Cole, Pelatih Cesena.
Mantan pemain Arsenal dan Chelsea tersebut menekankan pentingnya keberanian manajemen klub untuk mempercayai tenaga pelatih yang telah lama mengabdi di posisi asisten. Ia merasa apresiasi tersebut justru didapatkannya dari klub di luar Inggris yang berani memberikan mandat besar kepadanya.
"Itulah perjuangan yang harus Anda hadapi sebagai asisten pelatih selama enam atau tujuh tahun. Anda harus mengambil langkah berani, tapi klub harus mengambil langkah berani juga." ujar Cole, Pelatih Cesena.
Situasi ini dipandang Cole sebagai pencapaian personal yang membanggakan mengingat masih jarangnya pelatih berkulit hitam asal Inggris yang meniti karier di sepak bola Italia. Ia bertekad membawa perubahan bagi Cesena yang saat ini tengah berjuang di papan atas kompetisi kasta kedua Italia.
"Saya rasa tidak banyak pelatih kulit hitam asal Inggris yang bekerja di Italia, jadi ya, ini lompatan keyakinan yang besar dari mereka dan saya sangat bangga berada di sini. Ini adalah tempat yang hebat untuk berada dan memulai. Saya senang bisa kembali. Kami akan melakukan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang istimewa," kata Cole, Pelatih Cesena.
Saat ini, Cesena berada di posisi kedelapan klasemen sementara Serie B dengan raihan 44 poin. Posisi tersebut menempatkan klub berjuluk I Cavallucci ini dalam zona playoff untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi, Serie A.