Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Sulawesi Selatan, kini memasuki babak baru setelah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengoperasikan kembali jembatan penghubung dermaga dan kapal atau moveable bridge (MB). Fasilitas ini kembali berfungsi setelah proyek revitalisasi menyeluruh rampung dilakukan.
Dikutip dari Investor Daily, kehadiran MB baru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa. Operasional MB diawali dengan pelaksanaan Uji Sandar pada Kamis (21/5), setelah ASDP menyelesaikan tahapan commissioning dan uji beban bersama para pemangku kepentingan terkait.
Proyek revitalisasi ini dilakukan melalui penggantian total struktur MB dan sistem hidrolik. Kapasitas jembatan penghubung kini meningkat dari sebelumnya 30 ton menjadi 50 ton.
Selain mengganti struktur utama, ASDP juga memperkuat jembatan trestle menuju MB demi memastikan operasional pelabuhan berjalan lebih aman, stabil, dan andal dalam jangka panjang. Penyegaran fasilitas pelabuhan melalui pengecatan turut dilakukan untuk menghadirkan lingkungan pelabuhan yang lebih nyaman dan representatif.
Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan revitalisasi MB di Pelabuhan Bajoe merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang semakin berkualitas.
"Perbaikan MB ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran operasional, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan," ujar Windy dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Windy, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Selama proses revitalisasi berlangsung, ASDP melaksanakan berbagai program sosial seperti pembagian sembako dan pelatihan kewirausahaan bagi warga Bajoe. Sekitar 25 orang masyarakat setempat turut dilibatkan dalam proses pekerjaan revitalisasi MB dan fasilitas pelabuhan tersebut.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Target Operasional
Apresiasi atas rampungnya revitalisasi dermaga ini disampaikan oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Ia menilai Pelabuhan Bajoe memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mobilitas masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada ASDP atas perbaikan dermaga ini. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan memeliharanya," kata Andi Asman Sulaiman.
Andi Asman Sulaiman berharap ke depan konektivitas Pelabuhan Bajoe dapat terus diperluas melalui penambahan rute penyeberangan menuju berbagai wilayah lainnya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom S. Panatagama menjelaskan bahwa dermaga hasil revitalisasi dirancang memiliki daya tahan hingga 20 tahun ke depan.
"Kami bersyukur seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan sesuai target dan siap mendukung kelancaran layanan penyeberangan masyarakat," ujar Anom.
Saat ini, ASDP Cabang Bajoe melayani dua lintasan komersial, yakni BajoeÔÇôKolaka dan SiwaÔÇôTobaku, serta dua lintasan perintis Maccini BajiÔÇôSabutung dan Maccini BajiÔÇôBalanglompo.
Selain penguatan infrastruktur, ASDP juga terus meningkatkan aspek keamanan pelabuhan melalui latihan gabungan simulasi penanganan ancaman bom pada 16 Mei 2026 bersama Polres Bone, Detasemen Gegana Sulawesi Selatan, Batalyon C Pelopor Brimob, dan Polsek Kawasan Pelabuhan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi penanganan kondisi darurat di lingkungan pelabuhan.