Ilmuwan Ray Tomlinson Gunakan Simbol @ Jadi Alamat Komunikasi Email

Ilmuwan Ray Tomlinson Gunakan Simbol @ Jadi Alamat Komunikasi Email
Foto: Ilustrasi Ilmuwan Ray Tomlinson Gunakan Simbol @ Jadi Alamat Komunikasi Email.

Ilmuwan komputer Ray Tomlinson memilih simbol @ sebagai pemisah identitas pengguna dan nama komputer dalam sistem pengiriman pesan elektronik pertama melalui jaringan Arpanet pada 1971. Pemilihan karakter ini dilakukan untuk menghubungkan para pemrogram yang bekerja pada mesin berbeda di perusahaan BBN Technologies, Massachusetts, Amerika Serikat.

Penggunaan karakter unik tersebut bertujuan agar sistem komputer tidak mengalami kebingungan saat memproses alamat. Dilansir dari Detik iNET, Tomlinson saat itu sedang mencari simbol yang jarang digunakan dalam program atau sistem operasi agar komunikasi antar-pengguna bisa berjalan efektif.

Tomlinson mengungkapkan alasannya memilih karakter tersebut karena ketersediaan pilihan yang terbatas pada papan ketik mesin teletype Model 33 miliknya. Karakter @ dinilai paling logis dibandingkan tanda baca lainnya yang sudah memiliki fungsi teknis tersendiri.

"Saya terutama mencari simbol yang tidak banyak digunakan. Dan tidak banyak pilihan-tanda seru atau koma. Saya bisa saja menggunakan tanda sama dengan (=), tetapi itu tidak akan masuk akal. Mungkin untuk menyelamatkannya dari nasib yang sama seperti simbol 'sen' pada keyboard komputer," kata Tomlinson.

Setelah menentukan format alamat tersebut, Tomlinson melakukan uji coba teknis di laboratoriumnya. Ia mengirimkan pesan kepada dirinya sendiri menggunakan dua mesin teletype yang diletakkan di dalam satu ruangan dan terhubung ke jaringan Arpanet.

Meski menjadi tonggak sejarah komunikasi digital, isi pesan yang dikirimkan dalam surat elektronik pertama di dunia tersebut tidak terdokumentasi dengan pasti. Penemuan ini mengubah fungsi simbol @ yang sebelumnya hampir ditinggalkan menjadi elemen vital dalam internet.

Jauh sebelum era komputer, simbol @ sudah tercatat dalam sejarah perdagangan sejak tahun 1536 di Florence. Berdasarkan catatan Smithsonian Magazine, Senin (11/5/2026), para pedagang menggunakan simbol tersebut sebagai penanda satuan ukuran anggur yang dikirim dalam wadah guci tanah liat.

Pada abad pertengahan, para juru tulis diduga menggunakan @ sebagai singkatan dari kata Latin 'ad' untuk mempercepat proses penyalinan dokumen manual. Simbol ini kemudian bertransformasi menjadi istilah akuntansi pada abad ke-19 untuk mencatat harga satuan barang sebelum akhirnya tersemat secara permanen di mesin tik.

Artikel terkait

Rekomendasi