Memahami Arti Labbaik Allahumma Labbaik dan Keutamaan Bacaan Talbiyah

Memahami Arti Labbaik Allahumma Labbaik dan Keutamaan Bacaan Talbiyah
Foto: Ilustrasi Memahami Arti Labbaik Allahumma Labbaik dan Keutamaan Bacaan Talbiyah.

Memahami arti Labbaik Allahumma Labbaik menjadi hal krusial bagi umat Islam, terutama bagi jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah. Kalimat talbiyah ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan manifestasi ketaatan mendalam seorang hamba kepada Allah SWT.

Dilansir dari Detikcom, bacaan talbiyah dikumandangkan sejak jemaah menyatakan niat ihram hingga memasuki rangkaian ibadah selanjutnya. Para ulama menyebut lafal ini sebagai respons langsung manusia terhadap panggilan Allah untuk melaksanakan kewajiban berhaji.

Dalam Kitab Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi yang merujuk pandangan Sayyid Sabiq, dijelaskan mengenai durasi pelantunan talbiyah. Jemaah mulai membacanya saat ihram hingga tiba waktu melempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah.

Lemparan pertama pada hari Idul Adha tersebut menjadi penanda berakhirnya pembacaan talbiyah. Hal ini sejalan dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW terus melantunkan kalimat tersebut hingga beliau melaksanakan prosesi lempar jumrah.

Umat Islam juga dianjurkan mengucapkannya dalam berbagai situasi perjalanan. Dianjurkan melantunkan talbiyah saat berada di tempat tinggi, ketika menuruni lembah, sesudah menunaikan salat, maupun pada waktu sahur. Imam Syafi'i pernah menyatakan kesukaannya mengucapkan talbiyah dalam setiap keadaan.

Lafal Bacaan Talbiyah

Berikut adalah bacaan talbiyah lengkap dalam teks Arab, latin, beserta artinya:

┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘ÄÏî ┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ä┘ÄϺ Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä ┘ä┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘è┘Æ┘â┘ÄÏî ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘ÆÏ»┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘å┘æ┘ÉÏ╣┘Æ┘à┘ÄÏ®┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘Å┘ä┘Æ┘â┘ÄÏî ┘äϺ┘Ä Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä

Latin: Labbaik allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak

"Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Anjuran Melafalkan dengan Suara Lantang

Para ulama menyarankan agar bacaan talbiyah dilafalkan dengan suara yang keras. Dasar anjuran ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA mengenai pesan Rasulullah SAW kepada keluarganya.

"Wahai keluarga Muhammad, apabila seseorang di antara kalian melakukan ibadah haji, maka bacalah talbiyah dengan suara keras." (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

Selain itu, Malaikat Jibril juga disebut memerintahkan agar talbiyah dikumandangkan dengan suara lantang. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh As-Sa'ib Al-Anshari RA terkait perintah Jibril kepada Rasulullah SAW agar para sahabat mengeraskan suara mereka saat bertalbiyah.

Artikel terkait

Rekomendasi