Media sosial seperti TikTok, X, hingga Instagram belakangan ini diramaikan oleh lelucon baru berupa meme "date cancelled". Dilansir dari Caritahu, fenomena ini berkembang menjadi bentuk satire mengenai kehidupan sosial generasi muda saat ini.
Tren tersebut kerap membawa isu seputar hubungan percintaan, rasa canggung saat harus bersosialisasi, hingga kebiasaan membatalkan janji temu. Alasan pembatalan ini sering kali dikaitkan dengan kelelahan mental atau kondisi kehabisan energi sosial.
Secara harfiah, istilah "date cancelled" memiliki arti kencan dibatalkan. Namun, dalam konteks budaya internet, frasa ini bergeser menjadi format humor untuk mengekspresikan kekecewaan, rasa malas keluar rumah, hingga perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak.
Meme ini umumnya muncul dalam wujud gambar, video pendek, atau tangkapan layar percakapan. Polanya biasa diawali dengan situasi yang penuh harapan, kemudian diakhiri dengan tulisan "date cancelled" setelah terjadi peristiwa yang merusak suasana hati.
Format tersebut digunakan untuk menggambarkan momen ketika seseorang membatalkan janji kencan atau pertemuan secara tiba-tiba. Alasan yang digunakan bisa berupa hal yang absurd, jenaka, atau justru mengecewakan.
Beberapa contoh situasi yang populer dalam meme ini antara lain ketika seseorang sudah berdandan rapi tetapi hujan deras mendadak turun, atau saat baru menyadari bahwa dompet tertinggal di rumah. Alasan lain bisa berupa keinginan mendadak untuk rebahan, hingga penemuan fakta mengejutkan tentang pasangan.
Asal-usul frasa ini sebenarnya tidak bermula dari satu unggahan spesifik. Penggunaan istilah ini sudah lama ada dalam budaya internet berbahasa Inggris sejak era forum online dan ekspresi reaksi meme pada awal tahun 2010-an.
Popularitasnya kembali melonjak seiring pesatnya perkembangan format video pendek di TikTok sekitar tahun 2023 hingga 2025. Banyak kreator konten memakai latar suara dramatis atau potongan lagu sedih untuk memperkuat unsur komedi saat mengumumkan pembatalan tersebut.
Tren ini kemudian menyebar luas dan diadopsi ke dalam berbagai bahasa, termasuk di Indonesia. Netizen lokal sering memadukan meme ini dengan humor sehari-hari yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Contohnya adalah gurauan mengenai pembatalan kencan karena diajak patungan membayar tagihan, atau batal pergi akibat hujan yang disertai pembatalan dari pengemudi ojek online. Ada pula yang menjadikannya lelucon karena merasa lebih nyaman tidur di kamar menggunakan kipas angin.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sebuah istilah sederhana mampu bertransformasi menjadi bahasa humor kolektif di dunia maya. Meme ini tidak lagi sekadar membahas pembatalan kencan, melainkan menjadi simbol perubahan suasana hati dan cara netizen menertawakan realitas sehari-hari.