Pemerintah Indonesia meluncurkan platform Kawal Haji untuk mempercepat penanganan berbagai kendala yang dihadapi jemaah selama operasional haji 1447 H/2026 M. Aplikasi ponsel ini mengintegrasikan pelaporan masalah secara terpadu guna meningkatkan kualitas layanan di lapangan.
Sistem pelaporan ini mencakup berbagai aspek krusial seperti layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga situasi darurat terkait kesehatan atau jemaah yang terpisah dari rombongan. Keberadaan platform ini memudahkan koordinasi antara petugas dan jemaah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pelaksana Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji Jeddah, Ali Sadikin, memberikan penjelasan mengenai fungsi aplikasi tersebut pada Minggu (26/4). Ia menyebutkan bahwa selama ini jemaah cenderung mencari bantuan dari petugas mana pun yang mereka temui pertama kali.
"Artinya ketika jemaah itu bertanya kepada petugas, belum tentu itu petugas tersebut misalnya petugas kesehatan atau belum tentu petugas transportasi," kata Ali Sadikin, Pelaksana Siskohat Kantor Urusan Haji Jeddah.
Penggunaan Kawal Haji bertujuan untuk memastikan setiap pengaduan langsung diterima oleh bidang yang relevan. Mekanisme ini diharapkan dapat memangkas waktu respons terhadap laporan yang masuk dari jemaah maupun petugas lapangan lainnya.
"Setiap laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke petugas sesuai bidangnya, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan efektif," ujar Ali Sadikin, Pelaksana Siskohat Kantor Urusan Haji Jeddah.
Pihak penyelenggara memastikan bahwa seluruh petugas haji diberikan akses ke dalam aplikasi untuk menjamin kesigapan penanganan. Selain itu, jemaah memiliki kemampuan untuk memantau status tindak lanjut dari laporan yang mereka kirimkan secara transparan dan seketika melalui perangkat mereka masing-masing.