Anglo American PLC sepakat menjual tambang batu bara metalurgi miliknya di Bowen Basin, Queensland, Australia kepada perusahaan pertambangan asal Inggris, Dhilmar Ltd. Nilai transaksi divestasi aset tersebut mencapai US$ 3,9 miliar atau setara dengan Rp 6,9 triliun.
Kesepakatan divestasi ini mencakup pembayaran uang tunai di muka sebesar US$ 2,3 miliar setelah seluruh proses transaksi diselesaikan. Manajemen ditargetkan merampungkan proses pelepasan aset tersebut sepenuhnya pada kuartal pertama tahun 2027 mendatang.
Sisa pembayaran sebesar US$ 1,6 miliar merupakan dana kompensasi tambahan yang bersifat kondisional. Skema pembayaran berikutnya ini akan sangat bergantung pada fluktuasi harga batu bara kokas di pasar global dalam kurun waktu lima tahun setelah transaksi dinyatakan rampung.
Dhilmar Ltd merupakan korporasi pertambangan swasta yang berbasis di Inggris dan memiliki kantor pusat operasional di Indonesia. Korporasi tersebut saat ini dipimpin oleh Alexander Ramlie yang menjabat sebagai Chief Executive Officer.
Dilansir dari Investor Daily, manajemen Anglo American menegaskan bahwa seluruh dana tunai yang diperoleh dari hasil pelepasan aset tambang ini akan dialokasikan untuk memangkas utang bersih perusahaan. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari korporasi untuk merampingkan portofolio bisnis.
Restrukturisasi internal tersebut dilakukan sebelum korporasi merampungkan agenda merger berskala besar dengan perusahaan tambang asal Kanada, Teck Resources. Informasi penjualan ini mengemuka berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas yang menghimpun data dari Reuters dan Forbes pada Selasa, 19 Mei 2026.