Model Alyssa Daguise memberikan pembelaan terbuka bagi para ibu setelah metode persalinan normal yang dijalaninya mendapat kritik negatif dari warganet pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia merespons sebuah utas viral yang menyudutkan ibu dengan persalinan pervaginam.
Komentar miring tersebut muncul di platform Threads, di mana seorang pengguna menyebut ibu yang bersikukuh melahirkan secara normal sebagai perilaku mencari perhatian atau pick me. Dilansir dari Suara, kritik tersebut memicu reaksi keras dari Alyssa yang baru saja menyandang status ibu.
Seorang warganet melontarkan opini yang memicu perdebatan mengenai pencapaian proses melahirkan. Pengguna media sosial tersebut menilai bahwa metode persalinan bukanlah sebuah prestasi yang perlu dibanggakan secara berlebihan oleh para ibu.
"Di threads ini banyak banget ibu-ibu pick me cuman karena mereka persalinan pervaginam," kata netizen.
Narasi negatif tersebut berlanjut dengan pernyataan bahwa segala jenis metode persalinan, baik normal maupun caesar, adalah bentuk perjuangan yang sama. Fokus utama seharusnya terletak pada kesehatan mental dan fisik ibu pascamelahirkan.
"Padahal itu bukan prestasi lho. Biasa aja kenapa," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Alyssa Daguise mempertanyakan alasan publik yang kerap memberikan label negatif terhadap rasa bangga seorang wanita atas pencapaian pribadinya. Ia merasa setiap ibu memiliki hak untuk merayakan keberhasilan melewati proses persalinan yang sulit.
"Emangnya kita nggak boleh bangga sama diri sendiri? Kenapa di Indonesia apa-apa langsung dibilang 'pick me'?" ucap Alyssa Daguise.
Istri Al Ghazali tersebut berpendapat bahwa masyarakat seharusnya membiarkan setiap ibu mengekspresikan rasa syukur mereka. Baginya, tidak ada ruang untuk saling menjatuhkan antar sesama wanita yang telah berjuang membawa kehidupan baru.
"Kalau ada ibu yang merasa bangga karena berhasil melewati persalinannya; dalam bentuk apa pun, let her be," tulis Alyssa Daguise.
Penegasan kembali diberikan oleh Alyssa mengenai beban fisik dan mental yang dihadapi setiap ibu tanpa memandang metode yang dipilih. Ia menilai setiap proses tetap menuntut kekuatan yang luar biasa dari seorang wanita.
"Semuanya tetap butuh perjuangan, tenaga, mental, dan keberanian seorang ibu," ucap Alyssa Daguise.
Alyssa sendiri diketahui harus melewati proses yang panjang dan berulang kali masuk ke rumah sakit demi mewujudkan keinginan melahirkan secara normal. Proses pembukaan yang berjalan lambat mengharuskannya menunjukkan daya tahan fisik yang ekstra sebelum sang buah hati lahir.