Pengguna aplikasi WhatsApp kini mulai menemukan tayangan iklan yang terselip di antara konten status. Fenomena ini menandai perubahan besar dalam platform pesan instan tersebut setelah sempat tertunda selama beberapa tahun.
Kemunculan iklan ini memiliki format yang serupa dengan tayangan pada Facebook Stories maupun Instagram Stories. Kehadiran fitur komersial tersebut dikonfirmasi oleh kepala WhatsApp, Will Cathcart, sebagai bagian dari pengembangan platform, seperti dikutip dari Tekno.
Meta sebagai perusahaan induk tercatat menghasilkan pendapatan iklan mencapai lebih dari 160 miliar dollar AS pada tahun lalu. Langkah mengintegrasikan iklan ke dalam status WhatsApp menjadi strategi baru untuk memperkuat sumber pendapatan tersebut.
Penayangan iklan di ruang publik WhatsApp memicu kekhawatiran terkait privasi data percakapan. Namun, pihak Meta memberikan penegasan bahwa keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi fitur ini.
Wakil Presiden Manajemen Produk untuk Business Messaging di Meta, Nikila Srinivasan, memberikan penjelasan mengenai batasan data yang digunakan. Ia memastikan bahwa konten komunikasi pribadi tidak akan tersentuh oleh sistem periklanan.
"Privasi adalah fondasi utama kami. Semua interaksi iklan dan promosi ini tetap berada di ruang terpisah dan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan," kata Nikila Srinivasan.
WhatsApp juga mempertegas komitmen mereka melalui blog resmi dengan menyatakan janji untuk tidak pernah menjual atau membagikan nomor telepon pengguna kepada pihak pengiklan mana pun.
Data yang Digunakan untuk Target Iklan
Meski mengeklaim tidak mengakses isi pesan pribadi, WhatsApp tetap memerlukan sejumlah informasi untuk menyesuaikan jenis iklan. Hal ini dilakukan agar promosi yang muncul tetap relevan bagi pengguna.
Data yang dimanfaatkan mencakup pengaturan bahasa pada aplikasi dan lokasi kasar pengguna setingkat kota atau negara. Selain itu, interaksi pengguna dengan iklan sebelumnya dan saluran (channel) yang diikuti juga menjadi bahan pertimbangan.
Informasi dari akun Meta lain, seperti Instagram atau Facebook, dapat digunakan jika pengguna menghubungkannya melalui Meta Accounts Center. Namun, WhatsApp memberikan kendali penuh kepada pengguna untuk mengubah preferensi tersebut kapan saja.
Lokasi Penempatan Iklan
Iklan dipastikan hanya akan muncul pada tab "Updates" atau pembaruan status, sehingga tidak akan mengganggu ruang percakapan utama. Pengguna tetap dapat berkomunikasi secara privat tanpa gangguan konten promosi di layar chat.
Sejauh ini, belum ada kepastian mengenai frekuensi kemunculan iklan di status WA. Jika merujuk pada Instagram Stories, iklan biasanya tampil setelah pengguna melihat empat hingga lima konten secara berurutan.
"Semua interaksi iklan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan, dan semuanya tetap berada di ruang terpisah," ujar Nikila.