Alasan Keamanan, Konser Kanye West dan Travis Scott di Italia Resmi Batal 2026

Alasan Keamanan, Konser Kanye West dan Travis Scott di Italia Resmi Batal 2026
Foto: Alasan Keamanan, Konser Kanye West dan Travis Scott di Italia Resmi Batal 2026. (Illustration by Pexels)

Pihak berwenang di Italia secara resmi membatalkan rencana konser kolaborasi antara Kanye West dan Travis Scott. Keputusan tegas ini diambil karena acara tersebut dianggap berpotensi menimbulkan gangguan keamanan yang serius di wilayah setempat.

Kanye West dan Travis Scott sebelumnya dijadwalkan untuk naik panggung pada tanggal 17 dan 18 Juli 2026. Pertunjukan besar tersebut rencananya akan dilangsungkan di Rcf Arena yang berlokasi di Reggio Emilia.

Konser ini diprediksi akan menjadi magnet bagi massa dalam jumlah yang sangat masif. Panitia memperkirakan lebih dari 100 ribu penonton akan memadati arena untuk menyaksikan penampilan dua bintang hip-hop dunia tersebut.

Namun, harapan para penggemar harus pupus setelah prefek kota, Salvatore Angieri, mengeluarkan keputusan pembatalan. Langkah ini didasarkan pada pertimbangan matang mengenai ketertiban umum serta faktor keamanan masyarakat luas.

Keputusan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan setelah adanya pertemuan komite provinsi pada 25 Mei 2026. Pertemuan ini merespons tekanan dari kelompok konsumen Codacons serta komunitas Yahudi di wilayah Modena dan Reggio Emilia.

Melansir laporan dari Euronews, pembatalan ini juga berimbas pada jadwal penampilan mereka di Festival Pulse of Gaia. Pihak berwenang khawatir kehadiran kerumunan besar dalam waktu singkat akan memicu situasi yang tidak terkendali.

Potensi adanya aksi protes tandingan menjadi salah satu kekhawatiran utama yang melandasi kebijakan pembatalan ini. Pemerintah setempat memilih untuk memprioritaskan stabilitas wilayah daripada mengizinkan acara berlangsung dengan risiko tinggi.

Kontroversi Penyelenggaraan dan Masalah Manajemen

Penyelenggaraan festival di wilayah Emilia-Romagna ini memang telah memicu perdebatan sengit selama beberapa bulan terakhir. Awalnya, acara ini diberi nama Hellwatt Festival sebelum akhirnya berganti identitas menjadi Pulse of Gaia.

Saat diumumkan pertama kali pada Februari 2026, proyek ini diklaim sebagai salah satu agenda hiburan paling ambisius di Italia. Namun, dalam perjalanannya, berbagai masalah internal mulai muncul ke permukaan dan menjadi sorotan publik.

Persoalan tidak hanya datang dari sosok Kanye West yang penuh kontroversi, tetapi juga terkait kinerja direktur artistik, Victor Yari Milani. Sosoknya dinilai kurang berpengalaman dalam menangani ajang berskala internasional dan asing bagi para profesional industri.

Akibat kinerjanya yang dianggap bermasalah, perusahaan pengelola Rcf Arena akhirnya memecat Milani pada awal Mei lalu. Ia menghadapi serangkaian tuduhan serius terkait cara pengelolaan acara yang dinilai sangat ceroboh.

Beberapa poin yang menjadi catatan merah adalah komunikasi yang bertolak belakang mengenai penjualan tiket kepada calon penonton. Selain itu, terdapat lonjakan tajam dalam proyeksi biaya produksi yang tidak mampu dijelaskan dengan baik oleh pihak manajemen.

Daftar Panjang Larangan Konser Kanye West di Berbagai Negara

Meskipun jadwal Kanye dan Travis dibatalkan, penyelenggara tetap berupaya melanjutkan festival dengan deretan musisi internasional lainnya. Beberapa nama besar dikonfirmasi tetap hadir untuk menghibur para penonton yang sudah menanti.

Berikut adalah daftar musisi yang rencananya tetap memeriahkan festival tersebut:
  • Offset dan Ice Spice
  • Ty Dolla dan Wiz Khalifa
  • The Chainsmokers dan Rita Ora
  • Afrojack dan Swedish House Mafia
  • Tyla (satu-satunya penampil yang dikonfirmasi pada jadwal asli Travis Scott)

Pihak penyelenggara terus melakukan koordinasi agar sisa acara dapat berjalan lancar meskipun tanpa kehadiran bintang utamanya. Mereka berupaya menjaga kepercayaan publik di tengah karut-marut pembatalan konser Kanye West.

Pembatalan di Italia ini menambah panjang daftar kegagalan Kanye West dalam menjalankan tur dunianya, terutama di kawasan Eropa. Sebelum ini, rencana konsernya di Prancis dan Polandia juga telah dibatalkan oleh otoritas negara masing-masing.

Sentimen negatif terhadap mantan suami Kim Kardashian ini berakar dari pernyataan kontroversialnya di masa lalu. Ia diketahui pernah melontarkan pujian terhadap sosok Adolf Hitler yang memicu kemarahan global.

Meskipun Kanye sudah menyampaikan permintaan maaf dan membantah bahwa dirinya adalah penganut paham Nazi atau anti-Semit, stigma tersebut tetap melekat. Hal ini membuatnya kesulitan mendapatkan izin tampil di berbagai negara Barat.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, secara terbuka menyatakan tekadnya untuk melarang konser Kanye di Marseille. Padahal, acara tersebut awalnya sudah dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 mendatang.

Di Italia sendiri, penolakan juga datang dari kalangan politisi, termasuk pemimpin Azione, Carlo Calenda. Ia secara resmi mengajukan pertanyaan parlemen kepada kementerian terkait untuk menolak visa masuk bagi sang rapper.

Calenda mendesak kementerian dalam negeri dan luar negeri agar bertindak tegas karena pandangan anti-Semit yang pernah diutarakan Kanye. Situasi ini menunjukkan bahwa ruang gerak Kanye West di industri musik internasional semakin menyempit akibat perilakunya sendiri.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen Kanye West terkait pembatalan beruntun ini. Para penggemar di Italia kini hanya bisa menunggu kejelasan mengenai pengembalian dana tiket yang telah dibeli.

Artikel terkait

Rekomendasi