Pemerintah Italia secara resmi melarang penyelenggaraan konser dua rapper ternama asal Amerika Serikat, Kanye West dan Travis Scott. Agenda besar yang semula direncanakan berlangsung di Reggio Emilia pada Juli mendatang terpaksa dibatalkan.
Keputusan tegas ini diambil langsung oleh Prefek setempat, Salvatore Angieri, demi menjaga ketertiban umum. Pihak otoritas menilai adanya potensi gangguan keamanan serta risiko terjadinya aksi unjuk rasa jika konser tetap dilaksanakan.
Alasan Keamanan dan Penolakan Komunitas
Pembatalan ini dipicu oleh kekhawatiran yang disampaikan oleh kelompok konsumen CODACONS dan komunitas Yahudi di wilayah Modena serta Reggio Emilia. Mereka menyatakan keberatan mendalam terhadap kehadiran Kanye West karena rekam jejak pernyataannya di masa lalu.
Selain faktor tersebut, jadwal penampilan yang sangat berdekatan menjadi pertimbangan utama pihak kepolisian. Konser Travis Scott semula dijadwalkan pada 17 Juli, sementara Kanye West menyusul sehari setelahnya.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi dasar pelarangan tersebut:
- Kapasitas Lokasi: Arena RCF memiliki kapasitas hingga 103 ribu orang, sehingga mobilisasi massa dalam waktu 24 jam dianggap terlalu berisiko.
- Kontroversi Kanye West: Pernyataan anti-Semit dan pujian terhadap Adolf Hitler yang pernah dilontarkan Kanye memicu penolakan keras dari berbagai pihak.
- Rekam Jejak Travis Scott: Tragedi maut di festival Astroworld 2021 yang menewaskan 10 orang membuat standar keamanan konsernya dipantau sangat ketat.
- Ketertiban Umum: Kekhawatiran akan unjuk rasa kelompok penolak yang bisa mengganggu stabilitas wilayah Italia utara.
Informasi di atas menunjukkan bahwa aspek keselamatan penonton dan stabilitas sosial menjadi prioritas utama otoritas Italia dibandingkan nilai ekonomi dari acara tersebut.
Rentetan Penolakan Global terhadap Kanye West
Kanye West, yang kini dikenal dengan nama Ye, memang tengah menghadapi tantangan besar dalam karier internasionalnya. Sebelum Italia, Inggris juga sempat menolak izin masuknya karena dinilai kehadirannya tidak membawa manfaat bagi publik.
Nasib serupa juga menimpa jadwal turnya di beberapa negara Eropa lainnya seperti Prancis, Polandia, dan Swiss. Meskipun Ye sempat meminta maaf dan berdalih bahwa ucapannya dipengaruhi gangguan bipolar, gelombang pembatalan terus berlanjut.
Ringkasan status jadwal tur Kanye West di beberapa negara:
| Lokasi Konser | Status Terkini | Alasan Utama |
|---|---|---|
| Reggio Emilia, Italia | Dibatalkan | Keamanan dan penolakan komunitas |
| Marseille, Prancis | Ditunda | Upaya pemblokiran dari pemerintah setempat |
| Inggris | Dilarang Masuk | Kepentingan umum dan kebijakan imigrasi |
| Istanbul & Belanda | Sesuai Jadwal | Belum ada pembatalan resmi hingga saat ini |
Tabel ini merinci bagaimana sikap berbagai negara berbeda-beda dalam menanggapi rencana konser sang rapper kontroversial tersebut.
Hingga laporan ini diterbitkan, baik pihak Kanye West, Travis Scott, maupun penyelenggara lokal belum memberikan pernyataan resmi terkait pembatalan di Italia. Kasus ini menambah panjang daftar kendala yang dihadapi kedua musisi tersebut dalam menggelar tur berskala besar.