Rumah produksi Uwais Pictures menjadwalkan penayangan film laga terbaru berjudul Ikatan Darah di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. Film ini mengombinasikan seni bela diri pencak silat dengan narasi kuat mengenai nilai-nilai keluarga sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aktor Derby Romero memerankan karakter Bilal dalam proyek yang disebutnya sebagai salah satu pencapaian terbaik selama berkarier di dunia seni peran. Peran ini menjadi tantangan fisik pertama bagi Derby di genre film aksi yang menuntut intensitas tinggi.
"Gue yang pertama pasti terima kasih banget buat Tata sama Bang Iko yang sudah mempercayakan Bilal ke gue. Gue tuh selalu bermimpi pengin banget main film action, sampai akhirnya gue dapet Ikatan Darah yang pengalamannya bisa gue bilang salah satu yang terbaik selama gue berkarya," ujar Derby Romero, Aktor.
Proses pendalaman karakter memaksa Derby untuk melampaui batas kemampuan fisiknya, terutama saat pengambilan gambar di lokasi yang sulit. Ia harus melakukan adegan aksi dan berlari secara rutin di area pemukiman padat dengan kontur tanah yang tidak rata.
"Bermain sebagai Bilal itu pengalaman yang luar biasa seru. Ini benar-benar menantang gue untuk keluar dari limit. Ada fase di mana gue harus lari dua adegan setiap hari dengan medan sempit dan naik turun," jelas Derby Romero, Aktor.
Penghayatan peran Bilal tidak hanya terbatas pada kemampuan fisik, tetapi juga pada penyampaian emosi yang mendalam kepada penonton. Derby mengaku bangga bisa mengeksplorasi tantangan baru melalui karakter tersebut.
"Selain emosi yang harus dimainkan dan action-nya harus dijalankan, gue ngerasa ini challenge baru yang bikin gue bangga banget bisa jadi Bilal," kata Derby Romero, Aktor.
Meskipun menempuh jalan yang keliru dalam alur cerita, Derby memandang Bilal sebagai sosok yang memiliki loyalitas tinggi terhadap keluarganya. Sudut pandang ini diambil karena motivasi utama karakter tersebut adalah melindungi adiknya, Mega.
"Dari perspektif gue, Bilal itu green flag karena semua yang dia lakukan demi keluarga dan adiknya, Mega. Cuma memang caranya salah. Dia punya alasan atas semua tindakannya, dan banyak orang mungkin bisa relate dengan pengalaman itu," ungkap Derby Romero, Aktor.
Keputusan salah yang diambil Bilal dalam cerita tersebut berujung pada konsekuensi fatal bagi dirinya sendiri. Derby menyebut bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengambil keputusan hidup meskipun tujuannya adalah keluarga.
"Setiap orang punya caranya sendiri. Bilal memilih cara yang salah sampai akhirnya mengorbankan nyawa, tapi semua itu dilakukan demi keluarga. Nanti kita lihat bagaimana karakter Bilal tersampaikan di film," kata Derby Romero, Aktor.
Sutradara Sidharta Tata memilih lokasi gang sempit sebagai latar utama untuk merepresentasikan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini. Pilihan visual tersebut dimaksudkan agar penonton merasa lebih dekat dengan realitas cerita yang disuguhkan.
"Kami ingin ini jadi wajah Indonesia hari ini, dengan segala kritik sosial yang ingin dibangun, sekaligus membuat penonton merasa dekat dengan ceritanya," kata Sidharta Tata, Sutradara.
Produksi di gang sempit dengan lebar hanya 2 hingga 3 meter memberikan kesulitan teknis dalam pengaturan koreografi laga. Tim produksi melakukan survei lokasi selama enam bulan dan pelatihan aktor selama tiga bulan untuk mengantisipasi keterbatasan ruang tersebut.
"Tantangannya besar, terutama karena kami harus menyesuaikan koreografi dengan ruang yang sangat terbatas," ujar Sidharta Tata, Sutradara.
Ikatan Darah menceritakan perjuangan Mega, mantan atlet pencak silat, yang harus kembali bertarung demi melunasi utang kakaknya. Film ini turut didukung oleh produser eksekutif Iko Uwais serta jajaran rumah produksi seperti KG Pictures dan Legacy Pictures.