Pendakwah Ustaz Solmed bersama istrinya, April Jasmine, mendatangi kandang milik rekannya di Bekasi pada Selasa, 19 April 2026, untuk memeriksa langsung kondisi fisik hewan kurban mereka. Langkah ini diambil guna memastikan kesehatan sapi yang akan disalurkan ke beberapa lokasi penyerahan.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut dilansir dari Suara. Berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya, prosesi penyembelihan di rumah kali ini tidak dapat disaksikan langsung oleh anak-anak kembar sang pendakwah karena kesibukan menuntut ilmu di pesantren.
"Tahun ini kayaknya anak-anak yang mondok, si kembar, kayaknya tidak bisa melihat langsung hewan yang dikurbankan di rumah. Paling di antara bedanya itu," ujar Ustaz Solmed.
Pembelian hewan kurban tahun ini kembali dipercayakan Ustaz Solmed kepada Deni, sahabatnya selaku pemilik kandang bernama Sapi Berkah. Pilihan sang pendakwah jatuh pada beberapa ekor sapi yang kemudian dinamai Berkah dan Kosma, dengan mengutamakan aspek esensi keberkahan daripada sekadar mengejar ukuran tubuh hewan yang besar.
"Kosma, kondisi prima, jadi sapinya sehat. Kalau berkah, biar berkah. Jangan cuma sekadar gede, tapi juga harus dapat keberkahannya," tegas Ustaz Solmed.
Penyaluran daging kurban pada tahun ini ditargetkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para karyawan serta masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Pelayanan terbaik melalui penyediaan hewan kurban yang sehat menjadi fokus utama dari ibadah tahunan tersebut.
"Namanya orang usaha, orang dagang, dan orang juga banyak yang niat berkurban. Semoga bisa terwujud dengan kita menjadi perantara yang memberikan pelayanan terbaik," tutur Ustaz Solmed.