Sekretaris II Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Ustadz Arif Rokhman MA mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan sebagai bekal utama dalam kehidupan.
Seperti dikutip dari Cahaya, komitmen menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya menjadi wujud nyata dari penguatan ketakwaan tersebut.
Hal ini juga menjadi bekal paling krusial bagi umat Islam yang tengah melaksanakan rukun Islam kelima di tanah suci.
Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 197 secara spesifik mengaitkan perintah berbekal takwa ini dengan pelaksanaan ibadah haji.
Ϻ┘Ä┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘ŠϺ┘ÄÏ┤┘Æ┘ç┘ÅÏ▒┘î ┘à┘æ┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Å┘ê┘Æ┘à┘░Ϭ┘î█Ü ┘ü┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ü┘ÄÏ▒┘ÄÏÂ┘Ä ┘ü┘É┘è┘Æ┘ç┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘Ä ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ Ï▒┘Ä┘ü┘ÄϽ┘Ä ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘ü┘ÅÏ│┘Å┘ê┘Æ┘é┘Ä ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ϼ┘ÉÏ»┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘ü┘É┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘É█ù ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘ü┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Å┘ê┘ÆÏº ┘à┘É┘å┘Æ Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ì ┘è┘æ┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Æ┘ç┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘░┘ä┘ç┘Å█ù ┘ê┘ÄϬ┘ÄÏ▓┘Ä┘ê┘æ┘ÄÏ»┘Å┘ê┘ÆÏº ┘ü┘ÄϺ┘É┘å┘æ┘Ä Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘Ä Ïº┘äÏ▓┘æ┘ÄϺϻ┘É Ïº┘äϬ┘æ┘Ä┘é┘Æ┘ê┘░┘ë█û ┘ê┘ÄϺϬ┘æ┘Ä┘é┘Å┘ê┘Æ┘å┘É ┘è┘░┘ôϺ┘Å┘ê┘ä┘É┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏº┘Ä┘ä┘ÆÏ¿┘ÄϺϿ┘É
Artinya: "(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang (berakal ) mempunyai akal sehat." (QS al-Baqarah: 197)
Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan bahwa waktu ibadah haji telah ditetapkan pada bulan-bulan tertentu dan tidak sah dilakukan di luar waktu tersebut.
Melalui ayat ini, para jemaah dilarang keras bersetubuh, mengucapkan perkataan keji, melanggar hukum agama, berolok-olok, bermegah-megah, serta terlibat perselisihan.
Mengingat tantangan di lapangan, setiap individu dituntut mampu mengendalikan diri agar seluruh perhatian, hati, dan pikiran tercurah sepenuhnya demi meraih keridaan Allah SWT.
Kemurnian niat semata-mata karena Allah SWT menjadi poin krusial yang diisyaratkan melalui kata "lillah" dalam dua ayat perintah haji.
Ayat pertama tercantum dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 97:
┘ê┘Ä┘ä┘É┘ä┘æ┘░┘ç┘É Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘É Ï¡┘Éϼ┘æ┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É ┘à┘Ä┘å┘É ÏºÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏÀ┘ÄϺÏ╣┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘ä┘ïϺ
Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah,"
Sementara itu, penegasan kedua tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 196:
┘ê┘ÄϺ┘ÄϬ┘É┘à┘æ┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘Ä ┘ä┘É┘ä┘æ┘░┘ç┘É█ù
Artinya: "Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah."
Landasan niat yang lurus ini menjadi penentu bernilai atau tidaknya ibadah haji yang dikerjakan seorang muslim.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Al-Baihaqi menegaskan peran sentral niat dalam beramal.
┘å┘É┘è┘æ┘ÄÏ®┘ŠϺ┘ä┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘î ┘à┘É┘å┘Æ Ï╣┘Ä┘à┘Ä┘ä┘É┘ç┘É
Artinya: "Niat seorang mukmin lebih utama dari pada amalnya."
Jemaah yang berhasil melaksanakan haji dengan niat benar dan tata cara yang baik dijanjikan ganjaran yang sangat besar.
Sebuah hadis riwayat Ahmad menyebutkan balasan mutlak bagi jemaah tersebut.
Ϻ┘Ä┘ä┘ÆÏ¡┘Äϼ┘æ┘ŠϺ┘ä┘Æ┘à┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘Å┘ê┘ÆÏ▒┘Å ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ│┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Šϼ┘ÄÏ▓┘ÄϺÏí┘î ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¼┘Ä┘å┘æ┘ÄÏ®┘Ä
Artinya, "Haji mabrur tiada balasan lain kecuali surga.' (HR Ahmad).
Ibadah haji menempati posisi istimewa sebagai penyempurna keislaman seseorang dalam rukun Islam.
Rasulullah SAW bersabda mengenai lima pilar utama bangunan Islam:
Ï¿┘Å┘å┘É┘è┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏÑ┘ÉÏ│┘Æ┘ä┘ÄϺ┘à┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ï«┘Ä┘à┘ÆÏ│┘ì: Ï┤┘Ä┘ç┘ÄϺϻ┘ÄÏ®┘É Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘ä┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘░┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘æÏº Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å ┘ê┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Ä┘æ ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘Ä┘æÏ»┘ïϺ Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘Æ┘ä┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘ÉÏî ┘ê┘Ä ÏÑ┘É┘é┘ÄϺ┘à┘É Ïº┘äÏÁ┘Ä┘æ┘ä┘ÄϺϮ┘ÉÏî ┘ê┘Ä ÏÑ┘É┘è┘ÆÏ¬┘ÄϺÏí┘É Ïº┘äÏ▓┘Ä┘æ┘â┘ÄϺϮ┘ÉÏî ┘ê┘Ä Ï¡┘Äϼ┘É┘æ Ϻ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ÉÏî ┘ê┘Ä ÏÁ┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É Ï▒┘Ä┘à┘ÄÏÂ┘ÄϺ┘å┘Ä. Ï▒┘êϺ┘ç Ϻ┘äϿϫϺÏ▒┘è ┘ê ┘àÏ│┘ä┘à
Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu persaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan RamadhanÔÇØ(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Pemenuhan kewajiban haji juga menjadi ekspresi rasa syukur atas limpahan rezeki yang digunakan di jalan yang diridai Allah SWT.
Pengorbanan harta untuk keperluan ibadah ini tidak akan mengurangi kekayaan, melainkan mendatangkan tambahan nikmat dari arah yang tidak terduga.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 261:
┘à┘ÄϽ┘Ä┘ä┘ŠϺ┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘è┘Æ┘å┘Ä ┘è┘Å┘å┘Æ┘ü┘É┘é┘Å┘ê┘Æ┘å┘Ä Ïº┘Ä┘à┘Æ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ ┘ü┘É┘è┘Æ Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘Æ┘ä┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘É ┘â┘Ä┘à┘ÄϽ┘Ä┘ä┘É Ï¡┘ÄÏ¿┘æ┘ÄÏ®┘ì Ϻ┘Ä┘å┘Æ█óÏ¿┘ÄϬ┘ÄϬ┘Æ Ï│┘ÄÏ¿┘ÆÏ╣┘Ä Ï│┘Ä┘å┘ÄϺϿ┘É┘ä┘Ä ┘ü┘É┘è┘Æ ┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï│┘Å┘å┘Æ█óÏ¿┘Å┘ä┘ÄÏ®┘ì ┘à┘æ┘ÉϺϪ┘ÄÏ®┘Å Ï¡┘ÄÏ¿┘æ┘ÄÏ®┘ì█ù ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å ┘è┘ÅÏÂ┘░Ï╣┘É┘ü┘Å ┘ä┘É┘à┘Ä┘å┘Æ ┘è┘æ┘ÄÏ┤┘ÄϺ█ñÏí┘Å█ù ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å ┘ê┘ÄϺÏ│┘ÉÏ╣┘î Ï╣┘Ä┘ä┘É┘è┘Æ┘à┘î ┘ó┘ª┘í
Artinya: ÔÇ£Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.ÔÇØ (QS Al-Baqarah : 261).