Publik Republik Demokratik (RD) Kongo akhirnya merayakan kembalinya tim nasional mereka ke panggung sepak bola paling bergengsi sejagat. Timnas berjuluk Leopards ini dipastikan tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
Keberhasilan ini mengakhiri masa penantian panjang selama 50 tahun lebih bagi masyarakat negara Afrika tersebut. Seperti dikutip dari Bola, RD Kongo terakhir kali mencicipi atmosfer Piala Dunia pada edisi 1974 yang berlangsung di Jerman Barat.
Lolosnya Leopards menempatkan mereka sebagai perwakilan CAF bersama tujuh negara kuat lainnya. Daftar tersebut meliputi Mesir, Maroko, Aljazair, Senegal, Ghana, Tunisia, hingga Pantai Gading yang juga bersiap bersaing di Amerika.
Kebangkitan prestasi sepak bola RD Kongo tidak terlepas dari peran krusial Sebastian Desabre yang mulai menjabat sebagai pelatih pada tahun 2022. Di bawah arahannya, gaya permainan Leopards mengalami perubahan signifikan dan lebih solid.
Sebelumnya, RD Kongo kerap menghadapi jalan buntu dan kesulitan untuk lolos dalam babak kualifikasi edisi 2018 maupun 2022. Desabre kemudian berhasil membangun kembali kepercayaan publik setelah membawa tim melaju ke AFCON 2023.
Perjalanan Dramatis Menuju Piala Dunia 2026
Langkah Leopards menuju putaran final ditempuh melalui jalur yang cukup menantang dan penuh drama. Mereka sempat hampir mengamankan tiket langsung dari Grup B kualifikasi Afrika saat berhadapan dengan Senegal.
Dalam laga tersebut, RD Kongo sempat unggul 2-0 terlebih dahulu atas Senegal. Namun, tim lawan mampu membalikkan keadaan menjadi 3-2 yang memaksa Leopards harus berjuang melalui babak play-off regional Afrika.
Pada fase semifinal play-off, RD Kongo harus menghadapi perlawanan sengit dari Kamerun. Pertandingan berakhir imbang -1 di waktu normal, sebelum akhirnya Leopards menang dramatis 4-3 melalui adu penalti.
Tiket resmi ke Amerika akhirnya didapatkan setelah kemenangan tipis 1-0 dalam babak play-off antarbenua melawan Jamaika. Gol tunggal penentu kemenangan bersejarah tersebut dicetak oleh Axel Tuanzebe.
Rekam Jejak Sejarah dan Tantangan Grup K
Sejarah mencatat bahwa debut Piala Dunia RD Kongo pada tahun 1974 merupakan pencapaian terbaik mereka hingga saat ini. Namun, saat itu mereka harus tersingkir di babak grup setelah menghadapi lawan-lawan tangguh.
Kala itu, Leopards yang tergabung di Grup II menelan kekalahan 2-0 dari Skotlandia. Mereka juga harus mengakui keunggulan Yugoslavia dengan skor telak 9-0 dan takluk 3-0 dari sang juara bertahan, Brasil.
Kini di Piala Dunia 2026, RD Kongo telah tergabung di Grup K dengan tantangan yang tidak kalah berat. Mereka akan bersaing dengan Portugal yang menjadi unggulan utama, serta Kolombia dari Amerika Latin.
Selain dua tim tersebut, Grup K juga dihuni oleh Uzbekistan yang diprediksi menjadi calon kuda hitam dari Asia. Konsistensi permainan yang ditunjukkan Leopards sepanjang kualifikasi menjadi modal penting untuk mengukir sejarah baru.