Timnas Panjat Tebing Indonesia Incar Prestasi di World Climbing Series

Timnas Panjat Tebing Indonesia Incar Prestasi di World Climbing Series
Foto: Ilustrasi Timnas Panjat Tebing Indonesia Incar Prestasi di World Climbing Series.

Sebanyak 13 atlet nasional panjat tebing Indonesia diberangkatkan ke Tiongkok pada Selasa (5/5) guna mengikuti kejuaraan World Climbing Series di Wujiang. Turnamen pembuka musim 2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat hingga Minggu (8-10/5) setelah timnas menyelesaikan kompetisi di Asian Beach Games Sanya 2026.

Dilansir dari Detik Sport, Indonesia baru saja mengamankan medali emas nomor speed relay putri melalui Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih pada Rabu (29/4). Keberhasilan tersebut diiringi pemecahan rekor dunia dengan catatan waktu 13,174 detik setelah mengalahkan wakil tuan rumah di babak semifinal.

Prestasi lain juga ditorehkan oleh pasangan Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi yang menyumbang medali perak pada nomor speed relay putra. Kini, fokus tim beralih ke Wujiang untuk memperebutkan poin pada nomor speed dan lead.

Timnas Indonesia menurunkan kekuatan penuh yang terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri untuk disiplin speed. Sementara itu, empat atlet lainnya akan dibagi rata untuk berkompetisi di nomor lead putra dan putri.

Pelatih nomor speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyoroti persaingan yang semakin ketat setelah atlet Tiongkok, Zhao Yicheng, mencetak rekor dunia baru 4,586 detik. Galar menekankan pentingnya konsentrasi atlet sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games di Nagoya pada September mendatang.

"Tentu saja teman-teman atlet panas begitu ada rekor baru. Tapi, itu lebih menjadi target individual. Sebagai pelatih kami lebih ingin atlet-atlet memanjat dengan maksimal tanpa melakukan kesalahan," kata Galar, Pelatih Speed.

Ia menambahkan bahwa ambisi pribadi para atlet harus diselaraskan dengan strategi teknis agar performa di lapangan tetap terjaga. Penegasan ini bertujuan agar para atlet tidak terbebani oleh rekor lawan saat bertanding.

Di sisi lain, pelatih nomor lead, Amri, memandang ajang di Wujiang sebagai sarana krusial untuk mengevaluasi perkembangan teknis para pemanjat Indonesia. Turnamen ini dianggap sebagai indikator kesiapan fisik dan mental sebelum menghadapi kejuaraan multievent yang lebih besar.

"Di sini (Wrold Climbing Series Wujiang), akan diuji hasil latihan dan mental atlet kita," imbuh Amri, Pelatih Lead.

Artikel terkait

Rekomendasi