Timnas Futsal Indonesia Tembus Peringkat 14 Dunia Ranking FIFA

Timnas Futsal Indonesia Tembus Peringkat 14 Dunia Ranking FIFA
Foto: Ilustrasi Timnas Futsal Indonesia Tembus Peringkat 14 Dunia Ranking FIFA.

Timnas Futsal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan melesat ke peringkat 14 dunia berdasarkan pembaruan ranking FIFA terbaru yang dirilis pada 8 Mei 2026. Lonjakan signifikan ini dicapai skuad asuhan Hector Souto setelah tampil impresif hingga menembus babak final Piala Asia Futsal 2026.

Dilansir dari Bola, Indonesia kini mengantongi 1269.82 poin dan menempel ketat Kroasia di urutan 13 dengan 1312.03 poin. Posisi Indonesia saat ini hanya terpaut dua tingkat dari Jepang di peringkat 12, sementara Thailand masih memimpin di regional ASEAN pada posisi 11 dunia.

Daftar Peringkat Futsal Dunia Mei 2026
PeringkatNegaraPoin
11Thailand1354.78
12Jepang1315.11
13Kroasia1312.03
14Indonesia1269.82

Pelatih kepala Hector Souto memberikan respons terkait pencapaian anak asuhnya yang kini berada di jajaran elit dunia. Peningkatan posisi ini dipastikan setelah Indonesia hanya kalah tipis dari Iran melalui adu penalti pada partai puncak kompetisi kontinental tersebut.

"Masih adakah yang meragukan kekuatan futsal Indonesia?" kata Souto.

Juru taktik asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras kolektif bagi perkembangan olahraga futsal di tanah air.

"Hari ini kita mencapai peringkat 14 dunia di Ranking FIFA. Sebuah pencapaian bersejarah bagi negara dan olahraga ini," sambung Souto.

Meskipun peringkat dunia mengalami kenaikan drastis, mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu menekankan bahwa fokus utamanya bukan sekadar angka di atas kertas. Ia melihat data tersebut sebagai representasi dari perkembangan nyata kualitas pemain lokal.

"Sejujurnya, ranking bukanlah hal yang paling penting bagi saya. Terkadang ranking bersifat artifisial dan tidak selalu mencerminkan realitas sepenuhnya. Tetapi angka itu ada di sana, dan kita harus bangga dengan apa yang diwakilinya," tambah Souto.

Souto juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi futsal Indonesia, mulai dari sistem kompetisi yang belum matang hingga program pembinaan talenta yang masih bersifat sporadis di berbagai wilayah.

"Karena kita berhasil sampai di titik ini hampir tanpa sistem kompetisi yang terstruktur, tanpa sistem nasional yang nyata untuk deteksi dan pengembangan talenta, dan hanya dengan turnamen-turnamen sporadis di berbagai daerah Indonesia." ujar Souto.

Penyesalan sempat diungkapkan sang pelatih mengenai banyaknya potensi pemain muda yang hilang karena minimnya wadah profesional yang konsisten selama bertahun-tahun.

"Selama bertahun-tahun, kita kehilangan begitu banyak talenta di perjalanan. Banyak pemain yang tidak pernah mendapatkan kesempatan yang layak." kata Souto.

Kendati demikian, performa penggawa tim nasional di level internasional tetap menunjukkan daya saing yang tinggi meskipun berangkat dari keterbatasan sarana dan sistem pendukung.

"Meskipun begitu, mereka yang berhasil sampai ke level tertinggi mampu mewakili Indonesia dengan luar biasa, sering kali dalam kondisi yang jauh dari ideal," singgung Souto.

Artikel terkait

Rekomendasi