Langkah tim Thomas Indonesia resmi terhenti di babak penyisihan grup setelah mengalami kekalahan telak 1-4 dari Prancis pada Rabu (29/4/2026). Kegagalan menembus babak perempat final ini terjadi setelah skuad Merah Putih kehilangan empat partai awal dalam laga penentuan tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, kekalahan ini membuat target untuk mencapai partai puncak Thomas Cup dipastikan sirna. Indonesia terjebak dalam perhitungan selisih kemenangan di Grup D setelah Thailand sebelumnya berhasil menumbangkan Prancis dengan skor serupa, 4-1.
Kewajiban untuk menang atas skuad asuhan Cristo Popov tidak mampu dipenuhi oleh tim putra Indonesia. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebenarnya sempat menyumbangkan poin, namun hasil tersebut tidak cukup karena tim minimal membutuhkan dua poin untuk menjaga peluang.
Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menyampaikan penyesalannya atas hasil buruk yang diraih oleh seluruh anggota tim di lapangan. Fajar memberikan pernyataan resmi terkait kegagalan Indonesia memenuhi ekspektasi penggemar bulu tangkis tanah air.
"Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam," kata Fajar, Kapten tim Thomas Indonesia.
Penegasan mengenai upaya keras seluruh pemain juga disampaikan untuk menjelaskan situasi pertandingan yang berjalan sengit melawan wakil Eropa tersebut. Fajar menilai penampilan lawan memang lebih dominan dalam pertemuan semalam.
"Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan," kata Fajar, Kapten tim Thomas Indonesia.
Setelah memberikan evaluasi singkat terkait teknis permainan, kapten tim putra tersebut mengapresiasi dukungan yang mengalir kepada tim selama berkompetisi. Ia menekankan adanya komitmen untuk memperbaiki kualitas tim di turnamen mendatang.
"Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat," papar Fajar, Kapten tim Thomas Indonesia.
Kekalahan dari Prancis ini menjadi catatan evaluasi besar bagi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengingat status Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di ajang supremasi tim putra dunia tersebut.