Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Hadapi Denmark di Perempat Final

Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Hadapi Denmark di Perempat Final
Foto: Ilustrasi Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Hadapi Denmark di Perempat Final.

Tim bulu tangkis putri Indonesia dijadwalkan bertanding melawan tuan rumah Denmark pada babak perempat final Uber Cup 2026 yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Kamis (30/4/2026) mulai pukul 23.00 WIB.

Pertemuan ini menjadi tantangan besar bagi skuad Merah Putih karena harus berhadapan dengan dukungan penuh suporter lawan, sebagaimana dilansir dari Kompas. Sektor tunggal putri diprediksi menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan tim untuk menembus babak semifinal.

Imam Tohari, Pelatih tunggal putri Indonesia, mengidentifikasi bahwa kekuatan utama tim lawan terletak pada pengalaman para pemain tunggal mereka di level internasional. Meski demikian, ia memasang target realistis agar tim asuhannya tetap bisa mencuri poin kemenangan.

"Memang kekuatan tim Denmark ada di tiga tunggalnya yang sudah sering wara-wiri di turnamen Super 500 ke atas," ujarnya Imam Tohari, Pelatih tunggal putri Indonesia.

Pihak kepelatihan berharap Indonesia mampu mengamankan setidaknya dua poin dari rangkaian pertandingan yang akan dimainkan malam ini di hadapan publik Horsens.

"Akan tetapi, saya berharap kami bisa setidaknya mengambil dua poin," tutur Imam.

Imam memperkirakan Denmark bakal mengandalkan Mia Blichfeldt di posisi tunggal pertama yang kemungkinan besar akan bertemu dengan andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani atau Putri KW. Kemenangan di partai pembuka dianggap sangat penting untuk membangun kepercayaan diri tim secara keseluruhan.

"Menurut saya, tunggal pertama ini memang kunci dari tim Indonesia sebagai pembuka jalan," katanya Imam.

Pertemuan antara Putri KW dan Blichfeldt diprediksi akan menjadi laga pembuka yang sengit di lapangan Forum Horsens.

"Mungkin Denmark akan menurunkan Mia Blichfeldt dan berhadapan dengan Putri," tambah Imam.

Catatan pertemuan sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam, di mana Putri sempat kalah di final Hylo Open 2025 namun diuntungkan saat Blichfeldt mengalami cedera di All England. Namun, Imam menegaskan bahwa hasil di turnamen individu tidak bisa dijadikan cermin utama untuk laga beregu.

"Terakhir bertemu di All England tapi saat itu Mia mengalami cedera, sebelumnya lagi di final Hylo Open 2025, Putri kalah," ucap Imam.

Fokus mental pemain dalam format kejuaraan beregu disebut memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan saat bertanding secara perorangan.

"Tapi sekali lagi, ini turnamen beregu jadi hal itu tidak bisa jadi patokan," sambungnya Imam.

Artikel terkait

Rekomendasi