Sembilan anggota grup musik THE BOYZ resmi melaporkan CEO agensi ONE HUNDRED, Cha Ga Won, kepada pihak berwajib atas dugaan penggelapan pada Selasa, 21 April 2026. Langkah hukum ini diambil menyusul permohonan pembatalan kontrak eksklusif yang sebelumnya telah diajukan para artis kepada pihak manajemen.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Hukuman yang Diperberat untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui Sports Kyunghyang. Tim kuasa hukum para anggota mengonfirmasi bahwa pengaduan ini telah didaftarkan secara resmi.
"Benar bahwa THE BOYZ baru-baru ini mengajukan pengaduan terhadap CEO Cha Ga Won atas Undang-Undang tentang Hukuman yang Diperberat, dsb., untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu (penggelapan)," kata pengacara THE BOYZ.
Permasalahan utama dalam laporan ini mencakup ketidakjelasan pembayaran, termasuk gaji staf lapangan yang mendampingi kegiatan grup namun dikabarkan belum dibayar selama beberapa bulan. Selain itu, manajemen dinilai gagal menyediakan fasilitas dasar bagi artis seperti biaya makan dan transportasi untuk aktivitas hiburan mereka.
Persoalan ini juga melibatkan transparansi keuangan yang dianggap tidak terwujud sejak Juli 2025. Kuasa hukum dari Firma Hukum Yulchon LLC, Kim Moon Hee, menegaskan bahwa kontrak hukum grup tersebut sebenarnya sudah berakhir sejak 10 Februari 2026.
"Agensi tersebut gagal membayar para artis secara semestinya untuk semua aktivitas sejak Juli 2025, setelah pembayaran penyelesaian untuk kuartal kedua tahun 2025. Lebih lanjut, meskipun para artis telah berulang kali meminta untuk meninjau dokumen-dokumen dasar seperti kontrak untuk memverifikasi transparansi pembayaran, agensimenolak tanpa alasan yang dapat dibenarkan, sehingga mengabaikan kewajiban mendasar dan esensialnya sebagai perusahaan manajemen berdasarkan kontrak eksklusif," kata pengacara THE BOYZ.
Para anggota mengaku tetap menjalankan jadwal pekerjaan demi penggemar meskipun berada di bawah tekanan mental dan ketidakpastian hukum. Keputusan untuk menyelesaikan konser pada bulan April diambil sebagai bentuk tanggung jawab profesional mereka terhadap para mitra dan pemangku kepentingan.
"Meskipun demikian, para artis secara kolektif sepakat bahwa situasi ini tidak boleh menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak bersalah, termasuk penggemar, berbagai mitra, dan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, mereka telah mengambil keputusan sulit untuk melanjutkan konser bulan April dan berjanji untuk secara bertanggung jawab dan setia memenuhi semua jadwal yang telah dikonfirmasi lainnya. Untuk membalas cinta yang diberikan oleh para penggemar, mereka akan melakukan yang terbaik dalam kegiatan tim maupun dalam kapasitas individu mereka," kata pengacara THE BOYZ.
Di sisi lain, manajemen ONE HUNDRED menolak tuntutan tersebut dan justru menuduh balik para anggota grup. Pihak agensi mengeklaim bahwa grup tersebut gagal memenuhi komitmen kontrak sebagai kesatuan utuh yang terdiri dari 11 anggota asli.
"Kami menandatangani kontrak dengan 11 member THE BOYZ dan membayar uang kontrak eksklusif ke masing-masing member atas dasar mereka akan menjalankan kontrak sebagai satu tim. Tapi, karena berbagai kontroversi yang melibatkan para member tahun lalu, perjanjian ini gak berjalan. Bahkan satu member keluar dari grup yang bikin aktivitas normal grup jadi sulit," kata ONE HUNDRED.
Agensi menyatakan telah berupaya menjaga stabilitas grup meskipun menghadapi kerugian finansial yang besar. Oleh sebab itu, ONE HUNDRED menganggap permintaan pembatalan kontrak oleh para anggota sebagai tindakan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum maupun operasional.
"Kami mencoba meyakinkan partner yang merugi dan terus menjaga aktivitas grup di tengah kerugian finansia yang signifikan. Oleh karena itu, permintaan THE BOYZ membatalkan kontrak eksklusif mereka, mengabaikan masalah-masalah ini, tidak bisa dibenarkan," kata ONE HUNDRED.