Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, baru saja menyelesaikan laga kompetitif melawan unggulan tuan rumah, Ratchanok Intanon. Pertandingan babak 16 besar Thailand Open 2026 ini berlangsung di Nimibutr Arena, Bangkok.
Dilansir dari Kompas, atlet muda berusia 18 tahun tersebut menunjukkan semangat juang tinggi dengan memaksa terjadinya rubber game. Meski telah berjuang maksimal, Thalita harus merelakan kemenangan kepada Ratchanok dengan skor akhir 16-21, 21-19, 15-21.
Ratchanok Intanon langsung mengambil kendali permainan sejak awal gim pertama dimulai. Mantan tunggal putri nomor satu dunia tersebut mendominasi jalannya laga melalui kematangan strategi yang sulit dibendung oleh wakil Indonesia.
Thalita mulai menemukan ritme permainannya setelah interval gim pertama. Ia sempat memperkecil ketertinggalan melalui serangkaian serangan mematikan serta penempatan bola yang cukup menyulitkan Ratchanok.
Namun, pengalaman Ratchanok berbicara banyak menjelang poin-poin kritis. Ia berhasil mengunci perolehan angka Thalita di skor 16 untuk mengamankan gim pembuka dengan skor 21-16.
Memasuki gim kedua, kepercayaan diri Thalita meningkat signifikan. Jebolan PB Jaya Raya ini berulang kali mengecoh lawan menggunakan teknik gerak tipu yang efektif menghasilkan poin bagi Indonesia.
Ketahanan fisik Thalita juga teruji saat meladeni reli-reli panjang yang dilancarkan Ratchanok. Kegigihan tersebut membuahkan hasil manis setelah Thalita berhasil merebut gim kedua dengan keunggulan tipis 21-19.
Pelajaran Berharga dari Laga Sengit
Pada gim penentu, intensitas serangan Ratchanok meningkat pesat. Meski Thalita sempat mengimbangi perolehan skor di awal, ia akhirnya harus mengakui keunggulan lawan yang tampil lebih konsisten di akhir laga.
"Alhamdulillah pertandingan selesai tanpa cedera. Ratchanok adalah pemain yang sangat bagus jadi saya tadi hanya mencoba memberikan yang terbaik," kata Thalita dalam keterangan tertulis PBSI.
"Senang dan excited dengan pertandingan hari ini karena saya memang pengen banget bertemu dia. Saya dapat pengalaman dan pelajaran yang bagus." ujar Thalita.
"Tadi saya berusaha nothing to lose, mencoba untuk melawan saja. Bersyukur bisa dapat satu gim dari dia. Ke depan saya harus lebih tahan lagi, lebih kuat fokusnya," jelasnya.
Walaupun langkahnya terhenti di Thailand Open 2026, Thalita diprediksi akan mengalami kenaikan posisi dalam ranking dunia BWF. Penambahan poin dari babak 16 besar sangat membantu posisinya di klasemen tunggal putri dunia.
Thalita berpotensi naik dari peringkat 60 ke posisi 54 dunia. Jika hal ini terealisasi, ia akan melampaui peringkat Gregoria Mariska Tunjung yang berada di posisi 57, serta menjadi tunggal putri terbaik kedua Indonesia setelah Putri Kusuma Wardani.
"Secara keseluruhan cukup puas dengan hasil di Thailand Open ini, tapi masih banyak kurangnya. Saya pasti ingin lebih baik lagi," imbuh Thalita.