Gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, menyatakan penyesalannya setelah terlibat perkelahian dengan rekan setimnya, Federico Valverde, dalam sesi latihan di pusat latihan Valdebebas pekan ini. Dilansir dari Bola, insiden tersebut memicu manajemen klub untuk menjatuhkan sanksi disipliner internal kepada kedua pemain tersebut.
Pihak manajemen Real Madrid memberlakukan denda finansial masing-masing sebesar 500.000 euro atau setara Rp10,2 miliar bagi Tchouameni dan Valverde. Pemain berkebangsaan Perancis tersebut menggunakan media sosial untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen klub dan para penggemar.
Tchouameni menegaskan bahwa tindakan yang terjadi selama sesi latihan tidak dapat ditoleransi oleh klub sebesar Los Blancos.
"Apa yang terjadi pekan ini dalam latihan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima," tulis Tchouameni, gelandang Real Madrid.
Pemain berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa sebagai atlet profesional, mereka seharusnya memberikan teladan yang baik bagi generasi muda.
"Saya mengatakan ini sambil memikirkan contoh yang seharusnya kami berikan kepada anak-anak muda, baik di sepak bola maupun di sekolah." tutur Tchouameni.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedamaian dalam menyelesaikan masalah internal terlepas dari siapa yang memulai konflik.
"Terlepas dari siapa yang benar atau salah, kami harus selalu mencari solusi paling damai untuk menyelesaikan konflik." ujar Tchouameni.
Tchouameni juga menyampaikan rasa prihatinnya terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh insiden tersebut terhadap citra klub, terutama di tengah performa musim ini yang dinilai kurang memuaskan bagi para pendukung dan staf pelatih.
"Yang paling utama, saya menyesali citra yang kami tampilkan terhadap klub. Saya tahu para penggemar, staf pelatih, rekan setim, dewan klubÔÇösemuanya sangat kecewa dengan bagaimana musim ini berjalan." ungkap Tchouameni.
Gelandang tersebut berpendapat bahwa tekanan dan rasa frustrasi akibat hasil di lapangan tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan tindakan indisipliner.
"Namun frustrasi tidak membenarkan segalanya. Insiden seperti ini mungkin bisa terjadi di ruang ganti mana pun, tetapi tidak pantas untuk Real Madrid. Terlebih lagi karena Real Madrid adalah klub yang paling banyak dibicarakan di dunia." kata Tchouameni.
Mengenai kabar yang berkembang di media internasional, ia meminta para pendukung untuk bersikap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.
"Internet suka menciptakan cerita-cerita paling aneh demi memancing perhatian, jadi jangan percaya semua yang kalian dengar atau narasi palsu yang beredar," tegas Tchouameni.
Tchouameni menyatakan kesiapannya untuk menanggung konsekuensi dari perbuatannya dan telah menjalin komunikasi kembali dengan seluruh anggota tim untuk menjaga keharmonisan grup.
"Sekarang bukan waktunya lagi mencari siapa yang melakukan apa, siapa yang berkata apa, atau siapa yang benar dan salah. Saya menerima sanksi klub dan menerimanya sepenuhnya," jelas Tchouameni.
Ia pun menekankan bahwa hubungan antar pemain tetap solid layaknya keluarga demi mencapai tujuan kolektif tim di masa depan.
"Kami tetap sebuah keluarga, terkadang dengan perbedaan pendapat, tetapi kami harus selalu menempatkan tujuan tim di atas segalanya. Saya sudah meminta maaf kepada grup dan juga ingin meminta maaf kepada seluruh fans Madrid." kata Tchouameni.
Dalam pernyataan penutupnya, ia mengajak seluruh tim untuk mengalihkan fokus pada pertandingan penting yang akan dihadapi oleh Real Madrid.
"Sekarang waktunya melihat ke depan, dan seluruh perhatian kami tertuju pada El Clasico dan musim berikutnya, untuk mengembalikan klub ke tempat yang seharusnya," tulis Tchouameni.
Berdasarkan laporan medis, Federico Valverde harus menepi selama 10 hingga 14 hari karena cedera kepala akibat insiden tersebut, sementara Tchouameni tetap tersedia untuk laga El Clasico melawan FC Barcelona.