Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan akan melakukan evaluasi total menyusul kegagalan sejarah tim beregu putra Indonesia pada fase grup Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Selasa (5/5/2026).
Dilansir dari Kompas, skuad Merah Putih mencatatkan sejarah kelam untuk pertama kalinya gagal melangkah ke babak gugur sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen tersebut. Indonesia tersingkir setelah menempati posisi di bawah Thailand dan Perancis pada klasemen akhir penyisihan grup.
Padahal, Fajar Alfian dan kolega memulai turnamen dengan hasil positif lewat kemenangan telak 5-0 atas Aljazair serta unggul 3-2 atas Thailand. Namun, peluang lolos tertutup saat Indonesia takluk 1-4 dari Perancis di pertandingan penentu, meski hanya membutuhkan kekalahan tipis 2-3 untuk melaju.
Performa mengecewakan ini menjadi sorotan tajam mengingat status Indonesia sebagai pengoleksi trofi terbanyak dengan 14 gelar, sementara Perancis bukan tim dengan tradisi kuat. Menanggapi situasi ini, Taufik Hidayat secara terbuka menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial pribadinya.
"Saya selaku pribadi dan sebagai pengurus memohon maaf terhadap hasil yang belum sesuai harapan di Piala Thomas," tulis Taufik Hidayat, Selasa (5/5/2026).
Mantan peraih emas Olimpiade Athena itu menegaskan tanggung jawabnya dalam struktur organisasi federasi dan kementerian. Ia mendorong para atlet untuk segera bangkit dari keterpurukan hasil di Denmark tersebut.
"Saya berharap para pemain menjadikan ini cambuk untuk lebih baik lagi apabila masih mendapatkan kesempatan ke depannya." jelas Taufik Hidayat.
Langkah perbaikan internal kini menjadi prioritas utama bagi kepengurusan PBSI guna mengembalikan reputasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional. Taufik menjanjikan adanya tindakan konkret untuk membenahi prestasi tim nasional yang tengah menurun.
"Kami akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk membuat langkah ke depan kita bisa tampil lebih maksimal dan kembali membawa prestasi terbaik bagi Indonesia," jelasnya.
Publik memberikan ekspektasi besar terhadap figur Taufik Hidayat karena latar belakangnya sebagai mantan atlet profesional yang dinilai paham akar permasalahan di lapangan. Ia pun mengapresiasi segala bentuk masukan yang datang dari masyarakat luas.
"Terima kasih untuk segala dukungan seluruh masyarakat baik melalui apresiasi maupun kritikan. Baik kepada pengurus, pemain, pelatih dan official yang kami juga perlukan," tandasnya.