Tata Cara Lontar Jamrat al-Aqabah Panduan Ibadah Haji di Mina

Tata Cara Lontar Jamrat al-Aqabah Panduan Ibadah Haji di Mina
Foto: Ilustrasi Tata Cara Lontar Jamrat al-Aqabah Panduan Ibadah Haji di Mina.

Panduan Lontar Jamrat al-Aqabah: Puncak Simbol Perlawanan terhadap Godaan Setan

Melontar Jamrat al-Aqabah merupakan salah satu wajib haji krusial yang dilaksanakan di Mina pada tanggal 10 Zulhijjah atau Hari Raya Idul Adha. Aktivitas ini menjadi simbol perlawanan manusia terhadap godaan setan sekaligus bentuk keteguhan iman mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS. Dengan mengikuti panduan ini, jamaah dapat melaksanakan prosesi melontar dengan sah, aman, dan tertib sesuai dengan ketentuan fikih.

Yang Dibutuhkan:

  • 7 butir kerikil (sebaiknya berukuran sebesar biji kacang atau fariq, diambil saat mabit di Muzdalifah atau di wilayah Mina).
  • Air minum yang cukup untuk hidrasi.
  • Alas kaki yang nyaman untuk perjalanan jauh.

Tips sebelum memulai: Mengingat suhu udara yang tinggi dan kepadatan massa, selalu ikuti jadwal keberangkatan per maktab yang diatur oleh otoritas haji. Jangan memaksakan diri melontar pada waktu puncak kepadatan demi menjaga keselamatan fisik, terutama bagi jamaah lansia atau yang sedang sakit. Pastikan juga bacaan Talbiyah dihentikan tepat saat lemparan pertama dimulai.

  1. Menyiapkan Kerikil: Jamaah menyiapkan 7 butir kerikil yang telah dikumpulkan. Pastikan ukuran kerikil sesuai sunnah (sebesar biji kacang) dan tidak menggunakan batu besar yang dilarang karena dapat membahayakan orang lain.
  2. Posisi Melontar: Jamaah mengambil posisi menghadap ke arah pilar Jamrat al-Aqabah. Disunnahkan memposisikan Kota Makkah berada di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan Anda.
  3. Melontar Satu per Satu: Melemparkan 7 butir kerikil satu demi satu ke arah lubang atau pilar Jamrat al-Aqabah. Lemparan harus dipastikan masuk ke dalam area lubang (bak/marma) yang mengelilingi pilar agar dianggap sah. Melempar seluruh kerikil sekaligus dalam satu kali lemparan dinilai tidak sah.
  4. Membaca Takbir: Setiap kali melontar satu butir kerikil, jamaah disunnahkan membaca doa: Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Å Ï▒┘Äϼ┘Æ┘à┘ïϺ ┘ä┘É┘äÏ┤┘Ä┘æ┘è┘ÄϺÏÀ┘É┘è┘å┘É ┘ê┘ÄÏ▒┘ÉÏÂ┘ïϺ ┘ä┘É┘äÏ▒┘Ä┘æÏ¡┘Æ┘à┘Ä┘å┘É (Bismillahi wallahu akbar, rajman lisy-syayathini wa ridhan lir-rahman).

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan melontar Jamrat al-Aqabah, jamaah haji dapat melanjutkan dengan prosesi Tahallul Awwal (mencukur atau memotong rambut) sebagai tanda bahwa sebagian larangan ihram telah dilepaskan.

Artikel terkait

Rekomendasi