Stimulasi tumbuh kembang yang menyenangkan bagi balita menjadi solusi untuk mengatasi kekhawatiran orang tua terhadap kemampuan bahasa anak di tengah tingginya penggunaan gawai. Hal tersebut disampaikan oleh CEO Lilla, Chrisanti Indiana, di Jakarta pada Kamis (7/5/2026) sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Chrisanti menjelaskan bahwa masa balita merupakan periode krusial bagi perkembangan anak, mencakup aspek motorik, kognitif, hingga kemampuan bicara. Menurutnya, pengalaman bermain yang dirancang dengan tepat dapat menjadi sarana efektif untuk mendukung proses stimulasi tersebut.
ÔÇ£Ini bukan cuma mengasah kreativitas, tapi juga ada hal penting lain yaitu kemampuan bahasa. Orang tua sekarang banyak yang khawatir soal perkembangan anak usia balita, bukan hanya kognitif dan motorik, tetapi juga bahasa, apakah anak bisa bicara dengan baik. Karena itu, kami melihat belajar dan stimulasi perlu dibuat menjadi pengalaman yang menyenangkan, baik untuk anak maupun orang tua,ÔÇØ ujarnya Chrisanti Indiana, Chief Executive Officer (CEO) Lilla.
Meskipun orang tua muda saat ini memiliki akses informasi yang lebih luas mengenai kesehatan dan pola asuh, banyak dari mereka merasa kewalahan dengan banyaknya data yang tersedia. Chrisanti menyebutkan hal ini mendorong para orang tua untuk lebih selektif dan melakukan riset mendalam sebelum memilih produk.
Lilla merespons situasi tersebut dengan membagi pengalaman berbelanja berdasarkan tahapan motherhood, mulai dari kehamilan hingga fase pertumbuhan anak. Pendekatan ini bertujuan agar setiap kebutuhan spesifik di tiap tahapan dapat terpenuhi dengan cara yang lebih relevan dan sederhana.
ÔÇ£Motherhood itu sebenarnya bukan soal kategori, melainkan tahapan. Kebutuhan ibu saat hamil tentu berbeda dengan kebutuhan ketika anak sudah lahir, begitu juga saat memasuki fase tumbuh kembang. Karena itu kami mencoba membuat pengalaman parenting menjadi lebih sederhana dan relevan dengan kebutuhan di setiap tahap,ÔÇØ jelas Chrisanti Indiana, Chief Executive Officer (CEO) Lilla.
Selain kemudahan akses, aspek keamanan barang menjadi prioritas utama dengan menerapkan kurasi ketat terhadap sertifikasi resmi. Produk perawatan wajib mengantongi izin BPOM, sementara mainan anak harus memenuhi standar SNI untuk menjamin keselamatan pengguna.
Kebijakan internal perusahaan memastikan tidak ada produk tanpa sertifikasi yang dijual ke konsumen demi membangun kepercayaan orang tua baru. Langkah ini tetap dijalankan meskipun produk tertentu sedang menjadi tren populer di pasar.
ÔÇ£Buat kami, keamanan adalah nomor satu. Produk boleh saja sedang tren atau banyak dicari, tetapi kalau tidak punya sertifikasi yang tepat, kami tidak akan membawanya. Kami ingin para orang tua baru lebih sadar, lebih kritis, dan bisa memilih dengan lebih percaya diri,ÔÇØ tegas Chrisanti Indiana, Chief Executive Officer (CEO) Lilla.
Tantangan pola pengasuhan masa kini juga dipengaruhi oleh gaya hidup aktif orang tua dari generasi Z yang sering memanfaatkan perangkat digital sebagai pengalih perhatian anak. Chrisanti menilai kondisi ini memerlukan kehadiran aktivitas alternatif yang mampu mendorong interaksi sosial dan kemampuan belajar sejak dini.