Desainer Stella McCartney resmi meluncurkan koleksi busana berkelanjutan hasil kolaborasi dengan peritel H\&M pada Jumat, 17 April 2026, untuk memberikan akses produk ramah lingkungan kepada audiens yang lebih luas. Kerja sama ini menjadi proyek kedua bagi kedua pihak setelah kolaborasi pertama mereka dilakukan lebih dari dua dekade silam.
Koleksi terbaru ini menerapkan pendekatan ramah lingkungan dengan meniadakan penggunaan material hewani seperti kulit dan bulu, sebagaimana dilaporkan oleh Wolipop. Produk yang dihadirkan meliputi kaus bertema penghormatan kepada Paul McCartney, blazer pinstripe oversized, hingga celana berbahan wol yang diproduksi dengan standar tanggung jawab lingkungan.
Aksesibilitas menjadi alasan utama sang desainer dalam menjalankan proyek ini untuk menjangkau pasar anak muda. McCartney berupaya mendobrak batasan harga yang selama ini menjadi penghalang konsumen untuk membeli desain buatannya.
"Aku benci betapa elitisnya industri fashion. Aku ingin audiens yang lebih muda dan lebih luas bisa mengakses desainku. Banyak orang bilang mereka suka, tapi tidak mampu membelinya," ujar Stella McCartney, Desainer.
Selain pakaian, kolaborasi ini memperkenalkan versi baru tas Falabella yang menggunakan material poliamida daur ulang guna menekan penggunaan bahan bakar fosil. McCartney mengakui bahwa aspek kualitas dan dampak lingkungan berpengaruh pada penetapan harga produk tersebut.
"Ini memang bukan yang paling murah, karena ada harga yang harus dibayar untuk melakukan sesuatu yang baik. Tapi ini adalah area akses bagi lebih banyak orang," kata Stella McCartney, Desainer.
Meskipun membawa misi lingkungan, kerja sama ini mendapatkan sorotan negatif dari sejumlah pihak yang mengaitkannya dengan isu greenwashing pada skala produksi massal. McCartney mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertimbangkan sisi positif dan negatif sebelum menyepakati proyek ini.
"Aku sempat bertanya apakah ini harus dilakukan atau tidak. Tapi akhirnya aku merasa lebih baik masuk dari dalam dan berdialog dengan mereka yang mungkin dianggap 'the devil', lalu mencoba mengubahnya menjadi lebih sadar lingkungan," ungkap Stella McCartney, Desainer.
Penasihat kreatif H\&M, Ann-Sofie Johansson, memberikan apresiasi atas peran McCartney dalam mendorong transisi penggunaan material di perusahaannya. McCartney dinilai membantu percepatan pemakaian kapas organik dan bahan daur ulang dalam lini produksi mereka.
Langkah ini diambil di tengah laporan tahun 2023 yang menyoroti masalah pembuangan limbah pakaian bekas di Ghana. McCartney memandang upaya ini sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat industri mode.
"Fashion adalah salah satu industri paling merusak bagi planet ini, dan aku mencoba membawa kesadaran itu ke high street," tutup Stella McCartney, Desainer.