Pemerintah kini menerapkan sistem desil sebagai indikator utama dalam menetapkan sasaran penerima bantuan sosial (bansos). Metode ini digunakan untuk memetakan kondisi ekonomi penduduk secara lebih terukur.
Dilansir dari Bansos, pendekatan berbasis data ini bertujuan agar penyaluran bantuan tidak lagi bersifat umum. Akurasi data menjadi prioritas agar setiap bantuan sosial tepat sasaran kepada yang membutuhkan.
Sistem desil memungkinkan setiap individu melihat posisi tingkat kesejahteraan mereka dalam skala nasional. Angka desil yang rendah menunjukkan prioritas lebih tinggi bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Konsep desil membagi populasi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat ekonomi. Setiap kelompok tersebut merepresentasikan 10 persen dari total populasi penduduk secara berurutan.
| Kelompok Desil | Kategori Kesejahteraan | Prioritas Bansos |
|---|---|---|
| Desil 1 | Sangat Rendah | Prioritas Utama |
| Desil 2ÔÇô3 | Miskin / Rentan | Peluang Besar |
| Desil 4ÔÇô5 | Menengah ke Bawah | Potensi Tertentu |
| Desil 6ÔÇô7 | Menengah | Bukan Prioritas |
| Desil 8ÔÇô10 | Paling Sejahtera | Tidak Terdaftar |
Data desil ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Badan Pusat Statistik melakukan verifikasi melalui survei lapangan yang mencakup pengeluaran rumah tangga, pekerjaan, hingga kondisi hunian.
Panduan Cara Cek Desil Secara Online
Masyarakat dapat melakukan pengecekan posisi desil secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Sosial. Proses verifikasi ini hanya membutuhkan NIK yang tertera pada KTP untuk mengakses informasi data diri.
Langkah pertama adalah mengunjungi situs cek bansos milik pemerintah dan memasukkan data wilayah serta nama lengkap. Setelah memasukkan kode captcha, sistem akan memproses pencarian data dan menampilkan status bansos.
Selain situs web, tersedia pula aplikasi resmi Cek Bansos yang bisa diunduh melalui Play Store atau App Store. Pengguna perlu membuat akun menggunakan data valid dari NIK, nomor KK, dan alamat email aktif.
Fitur Sanggah dan Pembaruan Data
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk mengajukan sanggahan jika merasa data yang tercatat tidak akurat. Fitur ini juga berfungsi untuk melaporkan adanya indikasi penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat.
Jika nama belum tercatat dalam DTSEN, pengusulan data baru dapat dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan setempat. Hal ini penting karena informasi desil akan muncul otomatis jika data sudah terverifikasi.
Status desil bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kondisi ekonomi terbaru yang terekam sistem. Pembaruan data secara berkala sangat krusial untuk menjaga validitas informasi kesejahteraan setiap rumah tangga.