Tim bulu tangkis putra Indonesia menyiapkan skema perombakan pasangan ganda putra untuk menghadapi babak penyisihan grup Thomas Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Horsens, Denmark, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang.
Langkah taktis ini diambil untuk memastikan kesiapan fisik dan strategi pemain di tengah persaingan Grup D melawan Prancis, Australia, dan Aljazair. Pelatih ganda putra non-Pelatnas, Hendra Setiawan, mengungkapkan bahwa simulasi bongkar pasang pasangan sudah mulai diterapkan dalam sesi latihan tim sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Hendra Setiawan bersama Kepala Pelatih Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, mematangkan sejumlah opsi susunan pemain. Salah satu rencana yang dipertimbangkan adalah memecah pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani guna menyesuaikan dengan kebutuhan strategi tim di lapangan.
"Ya, ada (kans dipecah). Kalau dalam beregu kan pasti sudah menyiapkan plan A dan plan B. Tetapi dilihat juga kesiapan di sana," kata Hendra, Pelatih Ganda Putra.
Penyiapan rencana cadangan ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat selama turnamen berlangsung. Hendra menegaskan bahwa kecocokan pasangan dalam latihan akan tetap diuji kembali saat tim sudah berada di lokasi pertandingan guna memastikan performa maksimal.
"Mungkin sekarang (saat latihan), kami coba (ternyata) enak (cocok), tetapi saat berada di sana, masih kurang klop bisa juga. Tergantung kebutuhan tim," ujar Hendra, Pelatih Ganda Putra.
Sebagai bagian dari simulasi, para pemain ganda putra mulai dipasangkan dengan rekan yang berbeda dari biasanya. Indonesia sendiri membawa tiga pasangan utama dalam ajang ini, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar/Reza, serta pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
"Selama ini, mereka sudah dicoba dengan berbagai partner. Kayak tadi, Reza/M. Shohibul Fikri, Sabar/Nikolaus Joaquin, Fajar Alfian/Raymond Indra. Jadi memang harus dicoba semua," kata Hendra, Pelatih Ganda Putra.
Koordinasi intensif terus dilakukan antara jajaran pelatih untuk memitigasi risiko teknis. Hendra menyebutkan bahwa fleksibilitas komposisi pemain sangat krusial jika terjadi kendala fisik atau cedera mendadak pada salah satu atlet yang dibawa ke Denmark.
"Saya juga tanya-tanya ke Koh Anton, ya kita harus siap-siap lah, takutnya ada cedera salah satu, ya harus disiasati juga," tegas Hendra, Pelatih Ganda Putra.
Kejuaraan Thomas Cup 2026 menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk merebut kembali supremasi di kancah bulu tangkis beregu putra dunia. Tim Merah Putih tercatat terakhir kali membawa pulang trofi tersebut pada edisi 2020 di Aarhus setelah menumbangkan China dengan skor telak 3-0.