Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, resmi mengemban tugas baru sebagai Penasihat Teknik Timnas Football 7 Indonesia menyusul deklarasi Indonesia Football 7 Federation di Jakarta pada Kamis (30/4/2026). Penunjukan ini dilakukan guna memperkuat struktur organisasi yang kini dipimpin oleh Dudung Abdurachman.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman terpilih menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Football 7 Federation. Dilansir dari Kompas, organisasi ini telah berafiliasi dengan International Football 7 Federation (FIF7) yang berpusat di Brasil dan memiliki keanggotaan lebih dari 50 negara.
Dudung Abdurachman menjelaskan alasan ketertarikannya mengembangkan cabang olahraga ini di tanah air. Keikutsertaan dalam kejuaraan dunia menjadi salah satu motivasi utama di balik pembentukan federasi yang diklaim telah menjalankan liga selama tiga tahun terakhir tersebut.
"Kenapa saya sangat tertarik dengan Football 7? Karena ini bisa ikut kejuaraan dunia. Dari 280 juta orang Indonesia, mestinya ada tujuh pemain hebat yang bisa masuk tim nasional," kata Dudung dalam sambutannya.
Mantan KSAD tersebut juga mengonfirmasi keterlibatan Shin Tae-yong dalam jajaran kepengurusan. Pelatih asal Korea Selatan itu dipastikan memberikan dukungan teknis bagi perkembangan olahraga ini karena ikatan emosionalnya dengan Indonesia.
"Alhamdulillah, Shin Tae-yong berkenan karena mencintai Indonesia," ungkap dia.
Meskipun menjabat sebagai penasihat teknik, Shin Tae-yong tidak akan menangani tim secara langsung di lapangan. Hal ini dikarenakan Timnas Football 7 telah memiliki jajaran kepelatihan lengkap yang dipimpin oleh Socrates Matulessy selaku pelatih kepala.
Socrates didampingi oleh asisten pelatih Difa Aryandra Zhafran, pelatih kiper Alfonsius Kelvan, serta Reyhan Airlangga sebagai pelatih kekuatan dan kondisi. Tim ini juga didukung oleh staf tambahan Yusuf Maulana dan fisioterapis Asep Aziz.
Fokus utama federasi dalam waktu dekat adalah mempersiapkan tim untuk berlaga di ajang Intercontinental Cup di Roma, Italia, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026. Turnamen ini merupakan agenda resmi di bawah naungan induk organisasi internasional FIF7.
Socrates Matulessy memaparkan bahwa persiapan intensif akan segera dilakukan sebelum keberangkatan ke Eropa. Selain Intercontinental Cup, federasi juga memasang target jangka panjang untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia Football 7 pada tahun 2027.
"Pemusatan latihan rencananya akan dilakukan satu bulan sebelum berpartisipasi di Roma," kata Socrates selaku pelatih kepala.
Football 7 memiliki perbedaan mendasar dengan sepak bola mini atau Mini Football yang menggunakan format 6 lawan 6. Olahraga yang dinaungi Indonesia Football 7 Federation ini menggunakan format 7 lawan 7 dan telah memilih berafiliasi dengan FIF7 dibandingkan badan dunia lainnya.