Seoul Gelar Kompetisi Tidur Siang di Sungai Han untuk Atasi Insomnia

Seoul Gelar Kompetisi Tidur Siang di Sungai Han untuk Atasi Insomnia
Foto: Ilustrasi Seoul Gelar Kompetisi Tidur Siang di Sungai Han untuk Atasi Insomnia.

Pemerintah Kota Seoul di Korea Selatan menyelenggarakan kompetisi tidur siang atau power nap contest yang unik di kawasan Sungai Han. Agenda ini dilansir dari Lifestyle menjadi upaya untuk mengangkat isu pentingnya istirahat di tengah gaya hidup perkotaan yang kompetitif.

Korea Selatan tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kekurangan tidur tertinggi di dunia. Berdasarkan data The Korea Herald pada 2025, Negeri Ginseng menduduki peringkat ke-50 dari 57 negara dalam indeks tidur global IKEA dengan skor 59.

Angka tersebut berada di bawah rata-rata dunia yang mencapai skor 63. Selain itu, laporan yang sama menunjukkan bahwa hanya sekitar 17% warga Korea Selatan yang merasa telah memiliki kualitas tidur yang baik setiap harinya.

Ratusan warga dilaporkan berkumpul di sebuah taman tepi Sungai Han pada Sabtu (02/05) siang waktu setempat untuk berpartisipasi. Kompetisi yang telah memasuki tahun ketiga ini mewajibkan peserta hadir dalam kondisi lelah dan mengenakan kostum kreatif.

Selama perlombaan berlangsung, petugas memantau detak jantung para peserta yang mengenakan penutup mata guna memastikan kondisi tidur mereka tetap stabil. Suasana lokasi yang biasanya ramai berubah menjadi area relaksasi massal bagi warga yang kurang istirahat.

Park Jun-seok, seorang mahasiswa yang menjadi peserta, mengungkapkan bahwa kesehariannya sangat terbatas untuk waktu tidur. Ia mengaku hanya bisa beristirahat selama beberapa jam saja karena tekanan aktivitas akademis dan pekerjaan.

"Antara persiapan ujian dan pekerjaan paruh waktu, saya bertahan dengan tiga atau empat jam tidur setiap malam, menambalnya dengan tidur siang di meja pada siang hari," ujar Park Jun-seok dikutip dari Reuters.

Senada dengan hal tersebut, Yoo Mi-yeon yang mengenakan kostum koala mengaku mengikuti ajang ini karena masalah kesehatan. Perempuan berusia 24 tahun itu menjelaskan bahwa dirinya sering mengalami kesulitan tidur pada malam hari.

"Saya selalu menderita insomnia, saya kesulitan untuk tertidur, dan mudah terbangun," kata Yoo Mi-yeon kepada Reuters.

Manfaat Power Nap untuk Kesehatan Otak

Meskipun terlihat sederhana, aktivitas tidur siang singkat atau power nap memiliki dampak kesehatan yang besar. Laporan BBC menyebutkan rutin tidur siang dapat menjaga volume otak tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Kebiasaan ini bahkan dinilai mampu memperlambat proses penuaan otak antara tiga hingga enam tahun. Hal ini sangat krusial karena penyusutan volume otak sering dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit degeneratif.

Peneliti senior di MRC Unit for Lifelong Health and Ageing di UCL, Victoria Garfield, memberikan penjelasan medis terkait fenomena ini. Ia menyoroti hubungan antara ukuran otak dengan kondisi stres serta penyakit kardiovaskular.

"Orang dengan volume otak yang lebih kecil cenderung memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi, atau diagnosis sleep apnea. Banyak juga yang memiliki penyakit kardiovaskular," ujar Victoria Garfield dikutip dari BBC.

Penyusutan volume otak juga terlihat signifikan pada pasien yang mengidap Alzheimer serta demensia vaskular. Oleh karena itu, kompetisi di Seoul ini menjadi momentum pengingat bagi masyarakat luas mengenai urgensi menjaga kualitas tidur demi kesehatan jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi