Serial anime aksi fantasi Sentenced to be a Hero resmi memulai penayangannya di platform Crunchyroll dan Netflix pada Sabtu, 3 Januari 2026. Penayangan perdana ini berhasil menarik perhatian besar dari para penggemar anime melalui premis cerita yang dinilai unik di awal tahun tersebut.
Dilansir dari Detikcom, karya ini merupakan adaptasi dari novel grafis ciptaan Rocket Shoukai yang diilustrasikan oleh Memphisto pada 2021. Setahun setelah peluncuran novelnya, kisah ini kemudian diadaptasi menjadi format manga dengan sentuhan visual dari Natsumi Inoue.
Cerita berpusat pada tokoh Xylo Forbartz, seorang mantan kepala Ordo Ksatria Suci yang dijatuhi hukuman mati setelah membunuh seorang dewi. Ia dipaksa bergabung dalam unit militer khusus berisi narapidana yang bertempur tanpa henti melawan pasukan Raja Iblis.
Penulis dan ilustrator serial tersebut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat publik terhadap adaptasi televisi ini. Penulis menegaskan rasa terima kasihnya atas pengakuan yang diberikan oleh para pembaca dan penonton di seluruh dunia.
"Bagi komikus yang menerbitkan karya secara online, sekadar diakui saja sudah merupakan sesuatu yang saya sangat syukuri. Jika memungkinkan, saya akan emrasa terhormat kalau kamu terus mengikuti kisah Xylo dan yang lainnya sampai akhirnya," terangnya.
Musim pertama serial ini ditutup dengan akhir cerita yang menggantung, di mana karakter Xylo dikabarkan akan menghadapi tantangan lebih besar pada sekuel mendatang. Penulis tetap merahasiakan detail cerita selanjutnya namun meminta penggemar tetap setia mengikuti perjalanan para karakter.
Dalam narasi ceritanya, Xylo kemudian bertemu dengan dewi bernama Teoritta yang menjadi senjata ampuh untuk membantu misi balas dendamnya. Pertemuan tersebut memulai perjalanan berat yang dipenuhi konflik peperangan dalam upaya Xylo menuntut balas kepada pihak-pihak yang telah menghancurkan hidupnya.