Penyanyi Amerika Serikat Sabrina Carpenter menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Rabu, 15 April 2026, menyusul insiden kesalahpahaman budaya saat penampilannya di festival musik Coachella. Carpenter menjadi sorotan publik setelah keliru mengidentifikasi suara Zaghrouta dari penonton sebagai teknik vokal yodeling.
Zaghrouta merupakan sebuah seruan vokal tradisional dalam budaya Arab yang umumnya digunakan untuk mengekspresikan kegembiraan atau perayaan dalam acara tertentu. Kejadian tersebut bermula ketika Carpenter sedang berada di depan piano dan mendengar sorakan khas dari arah kerumunan penggemar, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Respons sang artis yang dianggap kurang sensitif memicu reaksi negatif di media sosial setelah ia sempat bercanda dan menyatakan ketidaksukaannya terhadap suara tersebut. Penggemar yang berada di lokasi kemudian berusaha memberikan penjelasan bahwa suara itu merupakan bagian penting dari identitas budaya mereka.
"Saya minta maaf, saya tidak melihat dan mendengar orang ini dengan jelas," tulis Carpenter melalui akun media sosial X pribadinya untuk mengklarifikasi situasi yang terjadi.
Penjelasan lebih lanjut diberikan oleh Carpenter untuk menekankan bahwa reaksinya tidak didasari oleh niat buruk terhadap kelompok budaya mana pun. Ia mengakui adanya kebingungan saat mendengar suara asing di atas panggung yang bising.
"Reaksi saya murni karena kebingungan, dan tidak bermaksud buruk. Seharusnya bisa saya tangani dengan lebih baik! Sekarang saya sudah tahu apa itu Zaghrouta! Mulai sekarang saya menerima semua sorakan dan yodeling," sambung Carpenter dalam unggahan yang sama.
Selain insiden tersebut, panggung Coachella 2026 milik pelantun lagu Espresso ini juga dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah aktor senior. Tokoh-tokoh seperti Sam Elliott, Will Ferrell, hingga Susan Sarandon turut berpartisipasi dengan membawakan monolog di sela-sela pertunjukan musiknya.