Massimo Rivola Kritik Regulasi Red Flag MotoGP Pasca-Insiden Catalunya

Massimo Rivola Kritik Regulasi Red Flag MotoGP Pasca-Insiden Catalunya
Foto: Ilustrasi Massimo Rivola Kritik Regulasi Red Flag MotoGP Pasca-Insiden Catalunya.

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola melayangkan kritik keras terhadap regulasi bendera merah atau red flag dalam balapan utama GP Catalunya setelah pembalap yang memicu penghentian balapan tetap diizinkan ikut serta dalam start ulang.

Langkah tersebut dinilai memanfaatkan celah hukum yang ada dalam aturan kompetisi, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Pedro Acosta sempat memimpin jalannya balapan sebelum motor KTM RC16 miliknya mengalami kendala teknis dan melambat mendadak di lintasan, hingga memicu kecelakaan fatal di belakangnya yang berujung pada kibaran red flag.

Meskipun menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut, pembalap muda berkebangsaan Spanyol itu tetap diperbolehkan kembali ke posisi grid untuk melakukan restart balapan.

"Saya tidak sedang mengkritik Race Direction, karena pendekatan seperti ini memang sudah sering diambil sebelumnya," ujar Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.

Rivola menegaskan bahwa pandangannya ini murni demi keadilan dan logika regulasi MotoGP ke depan, bukan karena adanya sentimen pribadi terhadap Acosta.

"Namun, kita semua harus mulai merenungkan hal ini. Saya rasa seorang pembalap yang-karena satu dan lain hal, bahkan karena alasan di luar kendali mereka seperti masalah teknis-menyebabkan red flag, seharusnya tidak diizinkan ikut balapan lagi," tegas Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.

Menurutnya, jalannya balapan akan tetap berlangsung normal bagi pembalap lain seandainya regulasi tersebut melarang pembalap pemicu insiden untuk kembali ke lintasan.

"Saya tidak punya masalah apa pun dengan Pedro. Tapi saya pikir ada beberapa hal yang harus ditinjau ulang," lanjut Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.

Pimpinan Aprilia tersebut juga menambahkan bahwa situasi Acosta diuntungkan oleh momentum waktu keluarnya keputusan dari pengawas balapan.

"Jika Acosta tidak diizinkan ikut restart, itu tidak akan merugikan siapa pun. Balapan akan berjalan normal seperti biasanya (jika tidak ada red flag)," lanjut Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.

Kondisi akan berbeda jika bendera merah terlambat dikeluarkan karena aturan mewajibkan pembalap untuk kembali ke pit bersama kendaraan mereka.

"Jika red flag baru keluar satu lap setelah mesin Pedro jebol, dia tidak akan bisa ikut start ulang. Karena aturan menyatakan pembalap harus kembali ke pit bersama motornya. Jadi, mengizinkan dia kembali ke grid padahal dia yang memicu red flag, meski tanpa sengaja, menurut saya tidak benar," pungkas Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.

Di sisi lain, pembalap yang bersangkutan memberikan penjelasan mengenai situasi yang dialaminya di atas sirkuit saat komponen elektrikal motornya mendadak tidak berfungsi.

"Sepertinya kami mengalami masalah elektrik di tengah balapan pertama. Saya berkendara normal, lalu tiba-tiba saja gasnya tidak berfungsi," ungkap Pedro Acosta, Pembalap MotoGP.

Acosta juga menyuarakan kepeduliannya terhadap para pesaingnya yang mengalami kecelakaan beruntun akibat dampak langsung dari masalah teknis motornya tersebut.

"Saya hanya ingin mengirimkan doa dan kekuatan untuk Alex (Marquez) dan Johann (Zarco), karena tampaknya mereka yang menerima dampak terburuk dari apa yang terjadi today," ungkap Pedro Acosta, Pembalap MotoGP.

Jalannya balapan GP Catalunya sendiri kemudian sempat diwarnai oleh berkibarnya red flag kedua akibat insiden kecelakaan yang menimpa Johann Zarco di area Tikungan 1. Setelah dilakukan prosedur restart terakhir yang menyisakan 12 putaran, Acosta sempat memimpin selama 9 pangkuan sebelum akhirnya gagal finis akibat terjatuh di tikungan terakhir usai terlibat kontak dengan Ai Ogura.

Artikel terkait

Rekomendasi