Massimo Rivola Tetapkan Aturan Hitam bagi Pebalap Aprilia di MotoGP 2026

Massimo Rivola Tetapkan Aturan Hitam bagi Pebalap Aprilia di MotoGP 2026
Foto: Ilustrasi Massimo Rivola Tetapkan Aturan Hitam bagi Pebalap Aprilia di MotoGP 2026.

Pabrikan Aprilia menetapkan kebijakan disiplin ketat bagi Marco Bezzecchi dan Jorge Martin setelah keduanya mendominasi klasemen sementara MotoGP 2026. CEO Aprilia, Massimo Rivola, mewajibkan kedua pebalap mematuhi aturan internal guna menjaga stabilitas tim di tengah persaingan gelar juara dunia.

Dominasi pabrikan asal Italia ini terlihat jelas melalui catatan enam kemenangan dari total 10 balapan pada lima seri perdana musim ini. Marco Bezzecchi saat ini memimpin klasemen dengan perolehan 128 poin, disusul ketat oleh Jorge Martin di posisi kedua dengan 126 poin, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Persaingan internal yang hanya berselisih satu poin tersebut memicu manajemen untuk mempertegas batasan di lintasan. Bezzecchi tercatat mengantongi tiga kemenangan Grand Prix, sementara Martin mengoleksi tiga kemenangan yang mencakup satu balapan utama dan podium di sesi sprint race.

Klasemen Sementara Pebalap Aprilia MotoGP 2026
PosisiPebalapPoinKemenangan GP
1Marco Bezzecchi1283
2Jorge Martin1261

Massimo Rivola menegaskan bahwa perusahaan memberikan kebebasan penuh untuk bersaing secara kompetitif selama prinsip profesionalisme tetap terjaga. Penegasan ini bertujuan untuk mencegah insiden yang dapat merugikan tim secara keseluruhan di sisa musim balap.

"Aturan sederhananya adalah mereka harus saling menghormati. Kalau mereka melakukannya, maka tidak akan ada masalah. Mereka yang paling beruntung, yang akan berhasil. Kalau mereka tidak melakukannya, maka saya akan harus melakukan pekerjaan saya dan mengingatkan mereka bahwa mereka harus saling menghormati," cetus Rivola.

Pria berusia 54 tahun tersebut menyatakan bahwa situasi kondusif saat ini menjadi modal utama tim. Ia tidak ingin melihat adanya friksi yang merusak performa mekanik maupun teknis akibat ego antarindividu di paddock.

"Saya kira kami tidak perlu sampai marah; saya akan marah ketika tidak ada rasa hormat di antara orang-orang. Sejauh ini tidak seperti itu," ungkap Rivola.

Manajemen Aprilia memandang kedua atlet tersebut sebagai sosok yang mampu menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi. Rivola meyakini bahwa pemahaman mengenai aturan internal ini sudah melekat kuat pada masing-masing personil.

"Saya kira kami punya dua pebalap yang tidak hanya kencang, melainkan juga profesional yang hebat. Saya kira mereka akan saling menghormati; mereka tahu persis aturannya, 'aturan hitam' dengan sangat baik, dalam dua kata: saling manghormati," tegas Rivola.

Artikel terkait

Rekomendasi