Ahli Jantung Peringatkan Risiko Kebiasaan Memeriksa Gawai Saat Bangun Pagi

Ahli Jantung Peringatkan Risiko Kebiasaan Memeriksa Gawai Saat Bangun Pagi
Foto: Ilustrasi Ahli Jantung Peringatkan Risiko Kebiasaan Memeriksa Gawai Saat Bangun Pagi.

Sejumlah ahli jantung memperingatkan masyarakat untuk mengubah kebiasaan memeriksa gawai sesaat setelah bangun tidur guna menjaga kesehatan jantung, terutama bagi individu berusia di atas 50 tahun. Kebiasaan tersebut diketahui memicu lonjakan tekanan darah dan hormon stres secara mendadak pada sistem saraf.

Kesehatan jantung menjadi prioritas utama bagi kelompok usia lanjut melalui penerapan pola hidup sehat sejak pagi hari. Dilansir dari Lifestyle pada Rabu (22/4/2026), kondisi tubuh secara alami mengalami peningkatan aktivitas kardiovaskular setelah terjaga dari tidur.

Dokter spesialis jantung di Manhattan Cardiology, New York, dr. Karishma Patwa, MD, memberikan penjelasan mengenai signifikansi pengaturan rutinitas pagi bagi stabilitas sistem peredaran darah.

"Kebiasaan pagi sangat penting karena tubuh mengalami lonjakan tekanan darah dan hormon stres setelah bangun tidur, yang seiring waktu meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular," jelas dr. Karishma Patwa, MD.

Penggunaan perangkat digital secara langsung dapat memicu respons kecemasan yang mengaktifkan sistem saraf simpatik. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras sebelum aktivitas harian dimulai.

Ahli jantung lainnya, dr. Gregory Mishkel, MD, menyoroti dampak buruk dari aktivasi saraf simpatik yang terjadi secara tiba-tiba tersebut terhadap parameter kesehatan utama.

"Hasilnya adalah peningkatan detak jantung, peningkatan tekanan darah, dan kadar kortisol yang lebih tinggi. Efeknya, kamu menempatkan sistem kardiovaskularmu ke dalam mode 'lawan-atau-lari' bahkan sebelum hari dimulai," jelas dr. Gregory Mishkel, MD.

Selain faktor stres eksternal, dr. Cheng-Han Chen, MD, menambahkan bahwa tubuh manusia beroperasi berdasarkan irama sirkadian alami. Aktivitas pagi yang memicu stres tinggi berpotensi mengganggu ritme ini dan menyebabkan kerusakan jantung jangka panjang.

Dalam situasi yang ekstrem, dr. Mishkel menjelaskan bahwa stres akut akibat kebiasaan buruk di pagi hari dapat mengakibatkan kondisi medis serius yang menyerupai serangan jantung.

"Dalam kasus yang lebih ekstrem, stres akut dapat memicu kondisi seperti kardiomiopati Takotsubo, sebuah kondisi yang dikenal sebagai 'patah hati', yang meniru gejala serangan jantung tetapi murni disebabkan oleh reaksi stres akut. Dalam jangka panjang, stres kronis bertindak sebagai pengganda risiko," ucap dr. Gregory Mishkel, MD.

Paparan stres kronis setiap pagi berisiko menyebabkan disfungsi endotel atau kerusakan pada lapisan pembuluh darah. Kondisi ini dapat mempercepat pengerasan arteri serta memicu gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.

Guna memitigasi risiko tersebut, para ahli menyarankan tiga langkah dalam 60 menit pertama setelah bangun tidur, dimulai dengan meditasi selama lima menit untuk mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Hidrasi juga menjadi aspek krusial untuk mencegah dehidrasi dini.

Dr. Chen memberikan saran tambahan terkait asupan nutrisi pagi yang mendukung fungsi pembuluh darah dan kesehatan sistem metabolisme.

"Saya juga merekomendasikan agar orang-orang mengonsumsi sarapan yang seimbang dan sehat bagi jantung yang kaya serat, karena ini akan menjadi dasar bagi hari yang bergizi," kata dr. Cheng-Han Chen, MD.

Langkah terakhir yang direkomendasikan adalah melakukan aktivitas fisik ringan seperti peregangan atau jalan santai. Gerakan pagi tersebut terbukti efektif membantu pengaturan kadar hormon stres dan meningkatkan fungsi pembuluh darah secara optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi