Kylian Mbappe kembali masuk dalam daftar susunan pemain utama Real Madrid untuk menghadapi Sevilla pada Minggu, 17 Mei 2026, setelah sempat terlibat ketegangan dengan pelatih Alvaro Arbeloa. Pemilihan penyerang asal Prancis tersebut menjadi bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh Arbeloa dengan menerapkan tujuh perubahan pada tim inti.
Dilansir dari infobae.com, polemik internal mencuat setelah Mbappe menyatakan kepada media di pertengahan pekan bahwa Arbeloa menyebutnya sebagai penyerang pilihan keempat di klub. Pernyataan tersebut sempat dibantah oleh sang pelatih, namun situasi itu sempat menambah tekanan di internal Real Madrid menjelang laga tandang terakhir mereka di musim 2025-2026.
Berdasarkan laporan football-espana.net yang mengutip Marca, Mbappe diplot sebagai starter di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan dengan didampingi oleh Vinicius Junior dan Brahim Diaz di sektor sayap. Langkah ini diambil Arbeloa guna memburu kemenangan beruntun setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Real Oviedo, sekaligus sebagai upaya menutup musim yang mengecewakan dengan hasil positif.
Selain menurunkan Mbappe untuk menggantikan pemain muda Gonzalo Garcia, Arbeloa juga merombak total lini pertahanan Real Madrid. Dani Carvajal, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, dan Fran Garcia dipasang sejak awal untuk menggantikan posisi Trent Alexander-Arnold, Raul Asencio, David Alaba, dan Alvaro Carreras. Perubahan lain juga terjadi di sektor tengah dengan masuknya Jude Bellingham dan Thiago Pitarch untuk menggantikan Eduardo Camavinga serta Franco Mastantuono.
Di kubu tuan rumah, pelatih Sevilla Luis Garcia Plaza hanya melakukan sedikit perubahan pada tim yang sebelumnya menang 3-2 atas Villarreal. Sevilla memasukkan bek tengah dari akademi Andr├®s Castr├¡n dan gelandang Nemanja Gudelj untuk menggantikan C├®sar Azpilicueta serta Lucien Agoum├®, sementara posisi penyerang tetap dipercayakan kepada Akor Adams.
Bagi Sevilla, kemenangan dalam pertandingan ini sangat krusial demi memastikan posisi mereka aman secara matematis di La Liga untuk musim depan sekaligus menjaga peluang tipis lolos ke kompetisi Eropa. Sementara itu, Real Madrid sudah tidak memiliki kepentingan perebutan posisi di klasemen, namun Arbeloa bertekad meraih poin penuh demi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih kepala dengan catatan yang baik.