Manajemen Real Madrid dilaporkan tengah menyusun rencana perombakan skuad secara besar-besaran untuk menyambut bursa transfer musim panas mendatang.
Langkah drastis ini diambil setelah raksasa Spanyol tersebut terancam gagal meraih trofi mayor dalam dua musim berturut-turut, sebagaimana dilansir dari Bola.
Gelandang muda Franco Mastantuono kini menjadi salah satu pemain yang masuk dalam daftar evaluasi serius oleh manajemen klub Los Blancos.
Efektivitas belanja pemain El Real musim lalu yang menelan biaya hingga 160 juta euro atau sekitar Rp 3,2 triliun kini mulai mendapat sorotan tajam.
Dalam laga krusial perempat final Liga Champions melawan Bayern Muenchen, hanya Trent Alexander-Arnold yang dipercaya tampil sebagai starter dari sekian banyak pemain baru.
Sementara itu, pemain dengan nilai transfer tinggi seperti Franco Mastantuono, Alvaro Carreras, dan Dean Huijsen justru lebih sering menghuni bangku cadangan.
Pemain berusia 18 tahun ini sebenarnya sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal musim saat Real Madrid masih berada di bawah kepemimpinan Xabi Alonso.
Namun, situasi berubah memasuki bulan Oktober ketika posisi Mastantuono di skuad inti mulai tergeser oleh pemain lain secara perlahan.
Minimnya kesempatan bertanding memicu rasa frustrasi, yang sempat memuncak saat dirinya menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Getafe.
Hingga pertengahan musim ini, catatan statistik Mastantuono menunjukkan koleksi tiga gol dan satu assist dari total 30 penampilan di semua kompetisi.
Fakta yang lebih memprihatinkan adalah sang gelandang tercatat belum pernah lagi masuk dalam susunan starter sejak tanggal 1 Februari silam.
Staf kepelatihan, termasuk pelatih tim muda Alvaro Arbeloa, kini tengah melakukan penilaian mendalam terkait perkembangan teknis sang pemain di lapangan hijau.
Rencana Peminjaman Mengikuti Strategi Endrick Felipe
Guna mengatasi situasi sulit ini, manajemen Real Madrid dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan agen Franco Mastantuono pada pekan depan.
Meski tidak memiliki rencana untuk melepas sang pemain secara permanen, opsi peminjaman ke klub lain mulai dipertimbangkan sebagai solusi logis.
Strategi ini diharapkan mampu memberikan hasil positif, serupa dengan apa yang dialami oleh penyerang muda asal Brasil, Endrick Felipe.
Endrick sebelumnya sempat mengalami periode sulit sebelum akhirnya dipinjamkan ke klub Perancis, Olympique Lyon, pada Januari lalu.
Di Lyon, Endrick berhasil menemukan kembali kepercayaan dirinya dan performa terbaik sebelum siap bersaing kembali di level tertinggi sepak bola Eropa.
Berdasarkan laporan El Chiringuito, Mastantuono bersikap kooperatif dan siap menerima keputusan klub demi keberlangsungan karier masa depannya di Madrid.