Spekulasi mengenai kembalinya pelatih kawakan Jose Mourinho ke Real Madrid kini tengah menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Eropa.
Presiden klub, Florentino Perez, dikabarkan telah menjalin komunikasi secara personal dengan sang juru taktik guna memplotnya sebagai pengganti Alvaro Arbeloa di kursi kepelatihan Los Blancos, dilansir dari Bola.
Langkah untuk memulangkan Jose Mourinho ini dinilai lebih realistis berkat adanya klausul khusus dalam kontraknya bersama Benfica saat ini.
Meskipun pria berkebangsaan Portugal tersebut tengah berada di ambang musim tak terkalahkan di kompetisi domestik, ambisi untuk kembali meramaikan persaingan di La Liga diprediksi akan menjadi daya tarik yang sulit ditolak.
Melansir dari Diario AS, terdapat sebuah "klausul rahasia" yang memungkinkan Real Madrid untuk mengamankan jasa pelatih berjuluk The Special One itu dengan harga yang sangat terjangkau.
Nilai kompensasi tersebut diperkirakan hanya sekitar 2,6 juta poundsterling atau setara 3 juta euro, yang jika dikonversikan mencapai Rp 61,6 miliar.
Kendati demikian, klausul ini memiliki batasan waktu yang sangat ketat bagi manajemen yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut.
Kesepakatan dengan harga murah itu hanya berlaku dalam waktu 10 hari setelah pertandingan terakhir Benfica musim ini, tepatnya setelah laga melawan Estoril pada 16 Mei mendatang.
Hal ini memberikan tenggat waktu bagi pihak manajemen hingga 26 Mei untuk merampungkan proses administrasi jika ingin menghindari biaya kompensasi yang lebih tinggi.
Tuntutan Wewenang Mutlak di Internal Klub
Kembalinya Jose Mourinho ke Spanyol bukan tanpa syarat. Ia dilaporkan meminta kendali penuh atas kebijakan transfer pemain dan restrukturisasi internal klub.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut menilai bahwa skuad saat ini kurang seimbang dan membutuhkan penguatan di beberapa posisi krusial sebelum musim baru dimulai.
Mourinho juga menekankan pentingnya stabilitas hierarki di dalam tim guna menghindari konflik internal yang dapat mengganggu performa pemain di lapangan.
Baginya, urusan di Madrid masih menyisakan "pekerjaan yang belum selesai," terutama ambisinya untuk membawa klub merengkuh trofi Liga Champions setelah sebelumnya sempat terhenti di tiga laga semifinal secara beruntun.
Menepis Tawaran dari Liga Inggris
Demi mewujudkan reuni dengan raksasa Spanyol, pelatih yang pernah mempersembahkan gelar liga bagi Madrid pada periode 2010-2013 ini dikabarkan siap menolak tawaran dari mantan klubnya di Inggris, Chelsea.
Fokus utama sang pelatih saat ini adalah menyelesaikan proyeknya di Portugal sebelum menentukan masa depan di akhir bulan Mei.