Winger Barcelona Raphinha melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya tersingkir dari Liga Champions pada Selasa (14/4/2026) malam waktu setempat. Barcelona dipastikan gugur di babak perempat final setelah menelan kekalahan agregat 2-3 dari Atletico Madrid.
Kekalahan tipis 1-2 pada laga leg kedua tersebut diwarnai dengan pemberian kartu merah kepada Eric Garcia pada pertengahan babak kedua. Dilansir dari Detik Sport, situasi ini memaksa Blaugrana bermain dengan 10 orang saat sedang berupaya mengejar ketertinggalan gol untuk lolos ke fase berikutnya.
Raphinha yang tidak turun bertanding akibat cedera masa jeda internasional menyatakan ketidakpuasannya terhadap kriteria pengambilan keputusan wasit. Ia menilai jalannya pertandingan berat sebelah karena lawan dianggap melakukan banyak pelanggaran tanpa menerima kartu kuning.
"Menurutku, kami dirampok," kata Raphinha, Winger Barcelona kepada TNT Brasil. Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan wasit sangat buruk dalam setiap keputusan yang diambil sepanjang jalannya laga penentu tersebut.
Insiden kartu merah ini merupakan yang kedua kalinya dialami Barcelona secara berturut-turut saat menghadapi Atletico Madrid. Pada laga leg pertama sebelumnya, Pau Cubarsi juga diusir keluar lapangan karena dinilai melakukan pelanggaran sebagai orang terakhir di lini pertahanan.
Pemain asal Brasil tersebut menyoroti konsistensi keputusan wasit yang merugikan timnya dalam dua pertemuan krusial. Raphinha mengaku sulit memahami alasan di balik keputusan-keputusan yang menurutnya tidak wajar terjadi dalam dua pertandingan beruntun.
Hingga saat ini, pihak Barcelona belum memberikan pernyataan resmi terkait protes yang disampaikan pemainnya tersebut. Skuad asuhan Xavi Hernandez kini harus fokus kembali ke kompetisi domestik setelah perjalanan mereka di kancah Eropa berakhir di tangan rival Spanyol mereka.