Komite Eksekutif PSSI menyatakan belum melakukan tindakan terhadap dugaan keributan antar pemain pasca pertandingan pekan ke-32 Liga Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Federasi sepak bola nasional tersebut berdalih rekaman video yang beredar di media sosial belum memberikan visualisasi yang cukup mendalam.
Pertandingan bertajuk duel klasik tersebut dimenangkan oleh Persib Bandung dengan skor 2-1. Namun, laga berakhir dengan munculnya video viral yang menunjukkan gelandang Persib, Beckham Putra, berada di tengah kerumunan pemain Persija seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga Carlos Eduardo. Dilansir dari Suara, pihak federasi masih menanti laporan resmi sebelum mengambil langkah investigasi.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menjelaskan bahwa otoritasnya telah melihat rekaman tersebut namun menemui kendala dalam mengidentifikasi detail kejadian. Ia menekankan perlunya kehati-hatian sebelum memberikan penilaian terhadap interaksi para pemain tersebut.
"Sudah lihat tapi kabur ya, enggak dicek detail ya," ujar Arya Sinulingga, Anggota Exco PSSI.
Pihak PSSI menduga bahwa interaksi yang terjadi di lapangan kemungkinan besar hanya candaan antar rekan sejawat. Hal ini didasari pada fakta bahwa mayoritas pemain yang terlibat merupakan personel Tim Nasional Indonesia yang memiliki kedekatan personal.
"Saya buka-buka juga. Kan terlalu jauh mungkin ya, tapi ya kita harapkan inilah, apalagi yang disebut-sebut nama pemain Timnas Indonesia ya pasti mereka sering gaul lah," jelas Arya Sinulingga, Anggota Exco PSSI.
Arya mengimbau agar semua pihak tidak langsung menyimpulkan adanya konflik fisik atau keributan besar. PSSI lebih memilih untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah karena keterbatasan bukti visual yang tersedia saat ini.
"Mungkin apa namanya juga kita sering tepuk, tepuk-tepukan kali ya. Wah enggak tahu juga kali ya," tegas Arya Sinulingga, Anggota Exco PSSI.
Narasi mengenai kedekatan para pemain di skuad Garuda menjadi alasan utama PSSI tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan status insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran disiplin. Arya meyakini hubungan profesional para pemain di Timnas akan meminimalisir potensi konflik serius.
"Tapi yang pasti mereka kan sudah sering gaul di Timnas kan. Jadi harusnya enggak jadi isu ya. Tapi kita lihat aja," ia menambahkan Arya Sinulingga, Anggota Exco PSSI.
Fokus utama PSSI saat ini adalah memastikan kebenaran ekspresi dan isi percakapan para pemain yang terekam dalam video. Tanpa bukti suara atau ekspresi wajah yang jelas, federasi merasa tidak adil jika langsung menjatuhkan sanksi.
"Saya enggak tahu, enggak lihat detailnya kan. Saya enggak tahu tuh wajahnya. Karena kan menghadap tengah, kita enggak tahu mereka ketawa-ketawa atau enggak kita enggak tahu," imbuh Arya Sinulingga, Anggota Exco PSSI.
Arya menyarankan agar publik mendapatkan informasi langsung dari para pemain yang terlibat guna memperjelas situasi yang sebenarnya terjadi di tengah lapangan. Langkah investigasi baru akan dimulai jika terdapat data valid dari pihak-pihak yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
"Bisa tanya mungkin ke pemainnya gitu ya. Atau yang bisa lihat video sih, susah kita untuk menilai kalau enggak tahu detailnya lah," pungkas Arya Sinulingga, Anggota Exco PSSI.