PSIM Yogyakarta Hadapi Bhayangkara Presisi Lampung di Stadion Sumpah Pemuda

PSIM Yogyakarta Hadapi Bhayangkara Presisi Lampung di Stadion Sumpah Pemuda
Foto: Ilustrasi PSIM Yogyakarta Hadapi Bhayangkara Presisi Lampung di Stadion Sumpah Pemuda.

PSIM Yogyakarta dijadwalkan menantang tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan pekan ke-28 kompetisi kasta tertinggi pada Jumat (17/4) sore. Laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung ini menjadi momentum kebangkitan bagi kedua tim setelah sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengungkapkan bahwa skuad Laskar Mataram tetap optimis meski harus tampil dengan kekuatan yang timpang. Tim tamu dipastikan kehilangan beberapa pilar utama akibat akumulasi kartu kuning dan masalah kebugaran fisik.

"Persiapan kami seperti biasa. Memang kami kehilangan dua pemain karena skorsing, kami juga kehilangan dua, tiga pemain karena cedera." kata Jean-Paul Van Gastel, Pelatih Kepala PSIM Jogja.

Juru taktik asal Belanda tersebut tetap meyakini anak asuhnya mampu menerapkan strategi permainan dengan baik. Ia menekankan bahwa kedalaman skuad menjadi kunci dalam menghadapi jadwal pertandingan yang padat.

"Tapi di sisi lain, tim saya tahu apa yang harus dilakukan sesuai dengan cara kami ingin bermain," ungkap Jean-Paul Van Gastel, Pelatih Kepala PSIM Jogja.

Van Gastel juga memberikan instruksi khusus kepada para pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas mereka. Menurutnya, rotasi pemain adalah hal yang wajar dalam sebuah kompetisi panjang.

"Seperti sepanjang musim, ketika saya meminta para pemain yang jarang bermain untuk bersiap saat tim membutuhkan mereka. Nah, hari ini, itulah harinya di mana tim membutuhkan mereka." jelas Jean-Paul Van Gastel, Pelatih Kepala PSIM Jogja.

Mengenai kekuatan lawan, tim pelatih PSIM memberikan perhatian serius pada ketajaman lini depan Bhayangkara FC yang dinilai telah berkembang pesat. Van Gastel memperingatkan pemainnya agar menjaga konsentrasi guna meredam agresivitas lawan.

"Tim (Bhayangkara) ini adalah tim yang benar-benar berbeda dibandingkan saat bertanding di Jogja. Jika melihat tiga penyerangnya, mereka sangat berbahaya." tutur Jean-Paul Van Gastel, Pelatih Kepala PSIM Jogja.

Selain ketajaman individu, transisi permainan cepat tim tuan rumah dianggap sebagai ancaman utama. Kesalahan dalam penguasaan bola harus diminimalisir agar tidak menjadi bumerang bagi pertahanan Laskar Mataram.

"Mereka kuat secara fisik, kecepatan bermainnya, tapi memang juga transisinya, jadi kita harus waspada. Jika kita sedang menguasai bola, jangan sampai membuat kesalahan yang menguntungkan mereka. Jadi kita harus berhati-hati dengan bagian ini," imbuh Jean-Paul Van Gastel, Pelatih Kepala PSIM Jogja.

Pelatih tersebut juga menegaskan komitmen tim untuk terus bersaing di papan atas klasemen. Ambisi untuk meraih prestasi setinggi mungkin tetap menjadi motivasi utama klub kebanggaan warga Yogyakarta tersebut.

"Tapi tujuan kami tetap untuk tidak terdegradasi dan kami masih di jalur yang tepat untuk mencapai target itu, tapi saya sangat ambisius, saya mencoba untuk berakhir setinggi mungkin di klasemen." papar Jean-Paul Van Gastel, Pelatih Kepala PSIM Jogja.

Dari sisi pemain, bek PSIM Reva Adi Utama menyatakan bahwa seluruh anggota tim telah menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Ia menegaskan kesiapan mental rekan-rekannya untuk mencuri poin di markas lawan.

"Alhamdulillah pemain semua sudah sangat siap untuk pertandingan besok. Persiapan kami sangat baik di minggu-minggu ini dengan intensitas yang tinggi untuk mempersiapkan pertandingan melawan Bhayangkara," ujar Reva Adi Utama, Pemain PSIM Jogja.

Target poin penuh menjadi harga mati bagi skuad PSIM untuk dibawa pulang ke Yogyakarta. Reva berharap kerja keras mereka di lapangan dapat membuahkan hasil maksimal dalam lawatan ke Lampung kali ini.

"Saya berharap teman-teman dan saya bisa memberikan yang terbaik di lapangan dan bisa mencuri poin semaksimal mungkin dari Lampung. Kami berharap hal-hal baik bisa kami bawa pulang ke Jogja," pungkas Reva Adi Utama, Pemain PSIM Jogja.

Di pihak lawan, Kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC, Wahyu Subo Seto, mengonfirmasi bahwa evaluasi telah dilakukan pasca kekalahan dari Persijap Jepara. Fokus penuh menjadi syarat utama bagi timnya untuk mengamankan poin di kandang sendiri.

"Setelah kembali lawan Persijap Jepara, kita semua sudah mempersiapkan untuk pertandingan melawan PSIM," ujar Wahyu Subo Seto, Kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Subo Seto memberikan penekanan pada aspek kedisiplinan pemain sepanjang waktu normal pertandingan. Kewaspadaan terhadap kecepatan transisi pemain PSIM menjadi perhatian utama sang gelandang.

"Mungkin yang harus kita lakukan adalah fokus 100% dari menit awal hingga akhir pertandingan," tambah Wahyu Subo Seto, Kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Artikel terkait

Rekomendasi