Dua penggawa Timnas Indonesia, Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen, berpeluang saling berhadapan dalam pertandingan krusial di kasta sepak bola Belgia. Pertemuan kedua pemain Garuda ini muncul seiring dengan hasil berbeda yang dialami klub mereka masing-masing pada akhir musim.
Dilansir dari Suara, Joey Pelupessy berhasil membawa klubnya, Lommel SK, melaju ke babak semifinal playoff promosi setelah mengandaskan perlawanan Club Liege. Berdasarkan data dari laman Soccerway.com, Lommel mencatatkan kemenangan agregat telak 5-1 atas rivalnya tersebut.
Kemenangan terbaru Lommel dipastikan melalui skor 2-1 yang tercipta berkat dwigol dari pemain muda Zalan Vancsa. Hasil positif ini mengantarkan Lommel SK selangkah lebih dekat menuju kasta tertinggi Liga Belgia, namun mereka harus melewati hadangan Beerschot terlebih dahulu di fase semifinal.
Jika Lommel SK mampu menumbangkan Beerschot, mereka akan melaju ke babak final untuk memperebutkan tiket promosi-degradasi. Pada fase inilah Joey Pelupessy berpotensi bertemu dengan Ragnar Oratmangoen yang memperkuat FCV Dender.
Kondisi FCV Dender sendiri saat ini sedang berada di situasi yang sulit karena terancam turun kasta. Klub tersebut dipastikan finis pada posisi terbawah babak playoff degradasi setelah hanya mampu mengumpulkan 22 poin dari total 34 pertandingan yang telah dijalani.
Peluang FCV Dender untuk bertahan secara otomatis hampir tertutup karena mereka memerlukan sembilan poin dari dua laga tersisa. Kondisi ini memaksa Dender untuk menjalani pertandingan hidup-mati melawan pemenang dari jalur playoff promosi guna mempertahankan posisi mereka di liga utama.
Potensi duel antara Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen menjadi sorotan karena keduanya merupakan pilar Timnas Indonesia. Pertandingan tersebut bukan hanya menjadi ajang penentuan nasib klub, tetapi juga mempertaruhkan gengsi antar pemain nasional yang berkarier di luar negeri.
Situasi ini terbilang unik mengingat kedua pemain tersebut diprediksi akan kembali mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Namun, sebelum kembali bersatu di bawah arahan pelatih tim nasional, mereka harus lebih dahulu bersaing ketat di panggung sepak bola Belgia.