Akses produk fashion bagi perempuan di Indonesia kini semakin luas melalui integrasi platform digital dan sembilan toko fisik yang dikelola oleh Pomelo. Brand fashion yang fokus pada pasar Asia ini memperkuat kehadirannya dengan strategi omnichannel yang menghubungkan pengalaman belanja online dan offline.
Dilansir dari Suara, Pomelo kini menjangkau komunitas #PomeloGirls melalui berbagai marketplace besar seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Zalora. Ekspansi ini bertujuan memberikan kebebasan bagi perempuan untuk mengekspresikan gaya mereka tanpa batasan ruang dan waktu.
Selain memperbesar jangkauan bisnis, brand yang berdiri sejak 2013 ini mengusung misi fashion yang bertanggung jawab melalui kampanye bertajuk Share The Style. Gerakan tersebut mengajak masyarakat untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dengan cara berbagi pakaian.
Pelanggan dapat membawa pakaian pre-loved atau pakaian layak pakai mereka ke seluruh jaringan toko offline Pomelo di Indonesia. Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi pelanggan, setiap donatur akan menerima voucher belanja senilai Rp50.000.
Pakaian yang telah terkumpul tidak langsung dibuang, melainkan melewati proses kurasi ketat untuk menentukan jalur pengelolaannya. Terdapat tiga klasifikasi utama dalam penanganan pakaian tersebut, yakni donasi, penjualan kembali (resell), dan daur ulang.
Item yang masih dalam kondisi sangat baik akan mendapatkan kesempatan kedua melalui skema penjualan kembali. Sementara itu, pakaian yang masih layak pakai namun tidak untuk dijual akan disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Terhadap pakaian yang sudah tidak layak pakai, pihak pengelola akan memprosesnya menjadi material baru melalui teknik daur ulang. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengurangi tumpukan limbah tekstil yang menjadi permasalahan lingkungan secara global.
Kolaborasi Strategis untuk Dampak Sosial
Pomelo menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra untuk memastikan efektivitas penyaluran dan pengolahan pakaian. Cinta Laura Foundation dipilih sebagai mitra utama dalam pendistribusian donasi kepada masyarakat.
Untuk urusan teknis daur ulang dan skema penjualan kembali, brand ini menggandeng Rantai Textile Lestari. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem fashion yang lebih hijau dan memberikan dampak sosial yang nyata di tanah air.
Head of Marketing Pomelo Indonesia, Jessica Kiunnedy, menjelaskan bahwa peran fashion sebenarnya jauh melampaui sekadar urusan penampilan luar atau gaya berpakaian semata.
"Kami percaya bahwa fashion memiliki peran yang lebih besar dari sekadar gaya. Melalui ÔÇÿShare The StyleÔÇÖ, kami mengajak masyarakat di Indonesia untuk tetap tampil percaya diri sambil berkontribusi dalam perjalanan menuju masa depan fashion yang lebih berkelanjutan. Setiap pakaian yang didonasikan membawa makna, sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka yang membutuhkan dan membuat langkah kecil menjadi dampak yang lebih besar," ujar Jessica Kiunnedy.
Inisiatif ini sekaligus menunjukkan adanya pergeseran cara pandang konsumen terhadap produk pakaian. Saat ini, semakin banyak individu yang mulai melihat fashion sebagai siklus yang dapat diperpanjang masa pakainya, bukan lagi sekadar barang konsumsi cepat.