Pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung mengalami perubahan lokasi secara mendadak. Duel sengit ini dipastikan batal diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
Dikutip dari Bola, laga pekan ini resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, dengan waktu sepak mula pukul 15.30 WIB.
Keputusan pemindahan venue tersebut tertuang dalam surat sirkuler yang dikirimkan oleh operator I.League kepada manajemen Persib pada Rabu, 6 Mei 2026. Meski lokasi berpindah, pertandingan tetap diizinkan dihadiri penonton namun khusus untuk pendukung tuan rumah saja.
Bagi Persib Bandung, kemenangan adalah harga mati demi menjaga takhta puncak klasemen dari ancaman Borneo FC Samarinda. Di sisi lain, Persija Jakarta berada dalam tekanan besar karena kekalahan di laga ini akan memupus harapan mereka dalam perebutan gelar juara musim ini.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan pihaknya menghormati penuh keputusan I.League meskipun tim harus menempuh perjalanan jauh ke luar pulau Jawa.
"Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh I.League terkait penyesuaian venue pertandingan."
"Kami memahami keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara menyeluruh," kata Adhitia.
Klarifikasi Terkait Isu Intervensi
Pindahnya lokasi pertandingan dari Jakarta ke Samarinda sempat memicu spekulasi di media sosial. Beberapa pihak menuding adanya intervensi dari manajemen Maung Bandung karena insiden ketegangan antar pemain yang melibatkan Thom Haye pada pertemuan sebelumnya di Stadion GBLA, 11 Januari 2025.
Namun, Adhitia menegaskan bahwa pemindahan venue merupakan otoritas penuh dari operator liga yang telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Ia membantah adanya tekanan dari pihak klub terkait perubahan lokasi tersebut.
"Asas profesionalisme senantiasa dijunjung oleh Persib dengan menghormati kewenangan operator liga dalam mengambil setiap keputusan kompetisi."
"Kami tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses maupun keputusan yang menjadi otoritas resmi operator liga," tutur Adhitia.
Skuad Maung Bandung menyatakan kesiapan mental untuk bertanding di mana pun lokasi yang ditentukan oleh tuan rumah. Manajemen menilai ketaatan terhadap regulasi adalah bentuk profesionalisme tertinggi bagi klub peserta liga.
"Bagi Persib, pertandingan adalah bagian dari profesionalisme. Kami selalu siap bertanding di stadion mana pun dan akan selalu menghormati serta menaati seluruh regulasi maupun keputusan yang ditetapkan operator liga," ujar Adhitia.
Manajemen juga memberikan imbauan khusus kepada Bobotoh agar tidak memaksakan diri hadir di stadion guna menaati regulasi tim tamu. Dukungan diharapkan tetap mengalir meski tidak dilakukan secara langsung di tribun penonton.
"Kami percaya Bobotoh selalu mampu menunjukkan dukungan yang dewasa, positif, dan penuh kecintaan terhadap klub. Dukungan tersebut tentunya menjadi energi penting bagi tim dalam menjalani setiap pertandingan," ucap Adhitia.