Persija Jakarta menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026). Hasil negatif ini membuat tim Ibu Kota resmi kehilangan peluang meraih gelar juara liga musim ini.
Dilansir dari Bola, Macan Kemayoran sempat unggul lebih dulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20 sebelum dibalas oleh dua gol Adam Alis. Meskipun menguasai 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan, Persija gagal membalikkan keadaan hingga peluit panjang berbunyi.
Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, menyatakan keberatannya terhadap lokasi pertandingan yang dipindahkan jauh ke Samarinda. Ia menilai kondisi lapangan di Stadion Segiri tidak mendukung skema permainan operan pendek yang diterapkan pelatih Mauricio Souza.
"Saya cuma mau mengerti kenapa mereka bawa pertandingan kita ke sini? Kalau tidak bisa di Jakarta, pasti ada seribu lapangan lebih baik daripada kita main di tempat lain di Indonesia," ujar Fabio Calonego, Gelandang Persija Jakarta.
Pemain asal Brasil tersebut membandingkan gaya bermain kedua tim yang sangat kontras terhadap kondisi lapangan. Menurutnya, permukaan lapangan di Segiri justru lebih menguntungkan lawan yang menerapkan strategi bola panjang.
"Semua tahu tim Persija itu main dari kaki ke kaki. Dan tim Bandung main direct ball. Lalu dikasih kita main di lapangan seperti ini," jelas Fabio Calonego, Gelandang Persija Jakarta.
Selain masalah infrastruktur, Calonego juga menyoroti kinerja wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov. Wasit tersebut menjadi sorotan karena hanya memberikan kartu kuning kepada Luciano Guaycochea setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Rayhan Hannan.
"Kalau saya katakan semua yang saya pikir tentang wasit, pasti saya akan dihukum lama. Jadi saya tidak akan bicara tentang wasit," ujar Fabio Calonego, Gelandang Persija Jakarta.
Pemain bernomor punggung tersebut menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya harus menahan diri dalam berkomentar. Ia merasa ada konsekuensi berat yang mengintai jika dirinya terlalu vokal mengenai kepemimpinan pengadil lapangan.
"Kalau saya harus bicara semua yang saya harus katakan, pasti saya dihukum lama," jelas Fabio Calonego, Gelandang Persija Jakarta.
Kekalahan ini membuat Persija tertahan dengan koleksi 65 poin dan tidak mungkin mengejar Persib yang telah mengantongi 75 angka di sisa dua pertandingan. Catatan ini juga memastikan Persija kalah dua kali dari rivalnya tersebut dalam satu musim kompetisi.