Persija Jakarta Kehilangan Peluang Juara Usai Takluk dari Persib Bandung

Persija Jakarta Kehilangan Peluang Juara Usai Takluk dari Persib Bandung
Foto: Ilustrasi Persija Jakarta Kehilangan Peluang Juara Usai Takluk dari Persib Bandung.

Persija Jakarta resmi kehilangan peluang meraih gelar juara Super League 2025-2026 setelah menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026). Hasil minor ini membuat Macan Kemayoran tertahan di posisi ketiga klasemen dengan raihan 65 poin.

Dilansir dari Bola, tim asuhan Mauricio Souza sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20 sebelum dibalas dua gol oleh Adam Alis. Kekalahan ini memastikan Rizky Ridho dan kawan-kawan tidak bisa mengejar perolehan 75 poin milik Persib dalam dua laga tersisa.

Statistik pertandingan menunjukkan Persija mendominasi permainan dengan 65 persen penguasaan bola serta melepaskan 19 tembakan. Sebaliknya, Persib Bandung bermain lebih efektif dengan mencetak dua gol hanya dari tiga tembakan tepat sasaran sepanjang laga berlangsung.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan pembelaan terhadap performa anak asuhnya yang dinilai sudah tampil sangat dominan di lapangan hijau. Dia menegaskan bahwa timnya menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik dibandingkan sang lawan meski hasil akhir tidak memihak.

"I merasa kami jauh, sangat jauh lebih unggul dari lawan (Persib Bandung). Saya di sini tidak akan menganalisis hasil pertandingannya, saya akan menganalisis bagaimana jalannya laga," kata Mauricio Souza.

Juru taktik asal Brasil tersebut menyesali kegagalan para pemainnya dalam memanfaatkan peluang krusial untuk mengunci kemenangan. Kesalahan di momen penting menjadi faktor utama kegagalan Persija mengamankan tiga poin di kandang sementara mereka.

"Sayangnya, kami tidak cukup kompeten (mampu) untuk memenangkan pertandingan. Sekali lagi, kami melakukan kesalahan di momen saat kami tidak boleh melakukan kesalahan," ujar Mauricio Souza.

Souza tetap mengapresiasi kerja keras skuad Macan Kemayoran yang terus berupaya mencari gol sejak menit awal pertandingan. Dia melihat keberanian pemain dalam menguasai bola sebagai aspek positif yang harus tetap dipertahankan terlepas dari kekecewaan hasil skor.

"Tapi, saya sama sekali tidak akan keluar dari ruangan ini dengan mengatakan bahwa tim kami bermain buruk karena tim kami jauh lebih baik dari lawan," jelas Mauricio Souza.

Pelatih Persija ini menambahkan bahwa seluruh data statistik yang terkumpul menjadi tolok ukur nyata dari proses latihan yang sudah dijalankan tim. Meskipun angka-angka tersebut tidak menghasilkan poin, hal itu dianggapnya mencerminkan identitas permainan yang diinginkan.

"Hasil pertandingan semua orang bisa melihatnya. Tim kami mencari kemenangan sejak menit pertama. Saya mendasarkan pendapat saya pada statistik pertandingan untuk bisa menganalisis apa yang terjadi di atas lapangan," ujar Mauricio Souza.

Souza mengakui bahwa kemenangan dalam penguasaan bola tidak berarti apa pun tanpa kemenangan skor akhir. Fokus utama tim selanjutnya adalah mempertahankan sikap berani yang telah ditunjukkan oleh para pemain di atas lapangan.

"Tentu saja, sekadar memiliki angka yang lebih baik bukanlah apa-apa, kami tetap harus memenangkan pertandingan. Tapi apa yang bisa kami kendalikan dari luar lapangan adalah membuat tim ini bermain sesuai dengan cara mereka bermain hari ini, bagaimana mereka bersikap," jelas Mauricio Souza.

Mauricio Souza menekankan bahwa timnya tidak ingin sekadar unggul dalam catatan statistik di atas kertas. Namun, ia menilai angka-angka performa tersebut merupakan bukti otentik dari kerja keras seluruh elemen tim Persija.

"Sebuah tim yang berani, yang terus menguasai bola sepanjang waktu. Jadi, tentu saja kami tidak puas dengan hasilnya. Tentu saja kami tidak ingin hanya menang dalam angka (statistik). Tapi angka-angka tersebut menjadi tolok ukur dari seluruh kerja keras kami," jelas Mauricio Souza.

Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, turut memberikan pandangannya mengenai jalannya laga yang berakhir pahit bagi timnya tersebut. Dia mengakui keunggulan performa timnya namun menyadari dinamika sepak bola yang sering kali tidak terduga.

"Saya setuju dengan apa yang coach Mauricio bicarakan. Kami sudah menunjukkan di dalam lapangan kami lebih baik. Tapi sepak bola seperti itu, bukan yang lebih baik yang akan selalu menang," ujar Fabio Calonego.

Pemain asal Brasil tersebut menyoroti masalah efisiensi penyelesaian akhir yang menjadi titik lemah Macan Kemayoran dalam laga krusial ini. Persija gagal mengonversi banyaknya peluang yang didapat menjadi gol penentu kemenangan.

"Kami banyak ambil peluang untuk cetak gol, tapi kami tidak efektif untuk menciptakan gol. Itu yang jadi kekalahan kami," ucap Fabio Calonego.

Kekalahan ini memaksa Persija untuk segera bangkit guna menghadapi dua pertandingan sisa di kompetisi musim ini. Calonego mengajak rekan-rekannya untuk tetap tegar dan langsung mengalihkan fokus pada persiapan laga berikutnya demi menjaga posisi di klasemen.

"Jadi tidak banyak kata-kata, angkat kepala, lihat ke depan, dan kerja keras untuk ke depan di dua pertandingan lagi," jelas Fabio Calonego.

Artikel terkait

Rekomendasi