Persib Bandung dan Borneo FC terlibat persaingan sengit memperebutkan gelar juara Super League 2025-2026 setelah kedua tim mengoleksi 75 poin hingga menyisakan dua pertandingan terakhir. Persija Jakarta dipastikan keluar dari jalur juara setelah tertinggal dari kedua tim tersebut di papan atas klasemen sementara.
Kondisi persaingan yang belum menemui titik terang hingga pekan-pekan krusial ini memicu antusiasme tinggi dalam kompetisi sepak bola nasional. Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menilai musim ini menyajikan daya tarik yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya karena ketatnya poin di posisi puncak.
"Sampai dua pertandingan terakhir belum ketahuan juaranya, baru di tiga pertandingan terakhir Persija out untuk pertarungan juara, Persib dan Borneo masih sama poinnya," ujar Erwin Fitriansyah, pengamat sepak bola.
Ketajaman kompetisi musim ini juga dipengaruhi oleh kualitas permainan tim yang meningkat secara merata. Erwin menjelaskan bahwa ketepatan klub dalam memilih pilar asing menjadi faktor kunci yang membuat pertandingan lebih menarik untuk disaksikan oleh publik.
"Dibanding musim lalu masih menarik sekarang, dari cara mainnya, pemilihan pemain asing yang tepat, dua faktor itu yang saya lihat," imbuh Erwin Fitriansyah.
Menghadapi pekan ke-33, sebagaimana dilansir dari Bola, Persib Bandung mengemban misi sejarah untuk mencetak gelar juara dalam tiga musim berturut-turut. Namun, Maung Bandung harus berlaga melawan PSM Makassar tanpa kehadiran pelatih Bojan Hodak yang terkena sanksi akumulasi kartu kuning.
Kekuatan Persib juga tereduksi akibat absennya dua pemain asing utama, Federico Barba dan Luciano Guaycochea. Kondisi ini memberikan celah bagi Borneo FC untuk mengambil alih posisi puncak jika mampu menyapu bersih kemenangan di dua laga sisa.
Selain tim papan atas, Erwin menyoroti kehadiran Dewa United dan Malut United yang memberikan dampak signifikan bagi ekosistem liga. Investasi besar dari klub-klub tersebut dinilai berhasil meningkatkan standar kompetisi meski mereka belum masuk dalam bursa juara.
"Sama tim seperti Dewa dan Malut itu kan juga beli pemainnya bagus-bagus meskipun tidak bisa juara itu menarik juga untuk ditonton," tutur Erwin Fitriansyah.
Kemampuan finansial klub kini menjadi pembeda nyata dalam peta persaingan sepak bola tanah air. Klub dengan manajemen keuangan yang stabil cenderung menunjukkan performa yang lebih konsisten dibandingkan tim yang mengalami kendala gaji di papan bawah.
"Seperti apa mereka dengan kekuatan finansial dengan beli pemain bagus kaya apa sih menarik juga menurutku," tutur Erwin Fitriansyah.
Di sisi lain, perlawanan tim promosi seperti PSIM di papan tengah juga dianggap menambah dinamika liga musim ini. Persaingan tidak lagi terpusat hanya pada klub-klub tradisional Indonesia.
"Untuk papan bawah itu sekarang jadi ada hubungannya dengan gaji kalau seret ya mainnya begitu. Kalau papan tengah seru juga tim promosi kaya PSIM yang sudah berjuang untuk lolos dari degradasi itu menarik juga bisa di papan tengah," imbuh Erwin Fitriansyah.
Faktor regulasi 11-9-7 yang diterapkan operator I.League turut menjadi sorotan karena memungkinkan klub memainkan maksimal tujuh pemain asing di lapangan. Hal ini memicu perdebatan mengenai ruang bagi pemain lokal di tengah invasi pemain asing berkualitas.
"Menarik kalau misalnya pemain asingnya benar-benar berkualitas bagus, Persib, Borneo Persija itu pemain asingnya menurut saya top lah," ujar Erwin Fitriansyah.
Erwin menekankan bahwa pemain lokal kini harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan menit bermain reguler. Standar tinggi yang dibawa pemain asing memaksa talenta domestik untuk terus meningkatkan level permainan mereka agar tidak tergeser ke bangku cadangan.
"Tapi di sisi lain dengan menariknya itu tadi pemain lokal kalau tidak bagus-bagus amat ya susah untuk main kalau yang bagus bisa mainkan," sambung Erwin Fitriansyah.
Persaingan ketat di internal tim membuat sejumlah pemain berlabel bintang dan penggawa tim nasional kesulitan menembus skuat utama secara reguler. Beberapa nama besar tercatat lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan musim ini.
"Misal Toni, Adam Alis, Beckham (Putra) saja cadangan," pungkas Erwin Fitriansyah.