Persaingan perebutan gelar juara Super League musim 2025-2026 yang melibatkan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda kini mengarah pada penciptaan sejarah baru. Kedua klub tersebut memiliki peluang besar untuk melampaui rekor poin tertinggi yang pernah dicatatkan sejak era Liga 1 dimulai pada tahun 2017.
Dilansir dari Bola, Persib dan Borneo FC saat ini sama-sama telah mengumpulkan 75 poin. Menariknya, perolehan tersebut diraih saat kompetisi masih menyisakan dua pertandingan lagi, yang membuka ruang untuk menambah pundi-pundi angka di klasemen akhir.
Catatan 75 poin merupakan angka keramat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Bali United pada musim 2021-2022 dan PSM Makassar pada musim 2022-2023 saat keduanya keluar sebagai juara liga.
Sebagai perbandingan, pada musim 2024-2025, Persib Bandung berhasil mengangkat trofi juara dengan mengoleksi 69 poin. Raihan tersebut berasal dari 19 kemenangan, 12 hasil imbang, dan tiga kali menelan kekalahan sepanjang musim kompetisi.
Situasi musim ini jauh lebih ketat karena meski sudah menyamai rekor poin juara musim-musim sebelumnya, gelar juara masih belum bisa dipastikan oleh Maung Bandung. Borneo FC terus menempel di posisi kedua dengan poin yang identik, namun kalah secara head to head dari Persib.
Bojan Hodak, Pelatih Persib, menyoroti tingkat kompetisi musim ini yang jauh lebih menantang. Ia merasakan adanya ambisi besar dari klub-klub lain untuk mematahkan dominasi Persib agar tidak meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun atau hattrick.
"Poin kami sama dengan Borneo, mereka punya beberapa laga sulit, begitu juga kami. Kompetitifnya liga ini tentu bagus dan menarik," kata Hodak.Melihat catatan sejarah lebih jauh, dominasi Persipura Jayapura pada musim 2013 masih menjadi standar tertinggi dalam sistem kompetisi penuh di Indonesia. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu pernah mencatatkan rekor sensasional dengan perolehan 82 poin dalam satu musim.
Kala itu, Boaz Solossa dan kawan-kawan mengemas 25 kemenangan, tujuh kali imbang, dan hanya kalah dalam dua pertandingan. Selain itu, Sriwijaya FC juga tercatat pernah meraih 79 poin pada musim 2011-2012 saat terjadi dualisme kompetisi.
Kini, perhatian publik sepak bola nasional tertuju pada dua laga sisa yang akan dijalani Persib dan Borneo FC. Jika mampu menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan, salah satu dari mereka akan mencatatkan diri sebagai tim dengan poin tertinggi di era kompetisi modern Indonesia.
Berikut adalah rincian perolehan poin para juara Liga Indonesia dalam sistem kompetisi penuh dari berbagai musim sebelumnya:
| Musim | Klub Juara | Statistik (M-I-K) | Total Poin |
|---|---|---|---|
| 2024-2025 | Persib | 19-12-3 | 69 |
| 2022-2023 | PSM Makassar | 22-9-3 | 75 |
| 2021-2022 | Bali United | 23-6-5 | 75 |
| 2019 | Bali United | 19-7-8 | 64 |
| 2018 | Persija | 18-8-8 | 62 |
| 2017 | Bhayangkara FC | 22-2-10 | 70 |
| 2016 | Persipura | 20-8-6 | 68 |
| 2013 | Persipura | 25-7-2 | 82 |
| 2011-2012 | Sriwijaya FC | 25-4-5 | 79 |
Data di atas menunjukkan bahwa perolehan 75 poin yang sudah dikantongi Persib dan Borneo FC saat ini telah menyamai rekor tertinggi di era Liga 1, namun masih terpaut dari rekor fenomenal Persipura di musim 2013.